30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Sedot Bensin Demi Sembuhkan Luka Sahabat, Habib Jadi Inspirasi Netizen

Surabaya, KabarGRESS.com – Setelah beredar foto Habib, wartawan foto harian nasional yang nekat sedot tangki bensin untuk menyembuhkan luka sahabatnya akibat terkena pisau lipat. Netizen dan kalangan sesama jurnalis dibuat  tercengang dan salut oleh aksinya ini,

Dalam situs berita disebutkan bahwa Habib sebagai pewarta foto harian nasional sering menghabiskan waktu di Jalur Gaza. Sebutan gang sempit antara Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya, tempat bertenggernya Pedagang Kaki Lima (PKL).

Di salah satu lokasi terdapat sebuah warkop yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan mahasiswa maupun pelanggan Jalur Gaza ini. Namanya Warkop Ayah, tempat sekumpulan anak muda berkumpul selepas jam kerja, terkadang untuk mencari Wi-fi atau hanya sekedar ngopi santai sembari bercengkerama.

Sebagai pekerja lapangan, ia sering berinteraksi dengan banyak orang dan tergolong sangat mudah bergaul. Dari Warkop Ayah pula ia memiliki banyak teman, salah satunya Yono atau yang dikenal dengan julukan Dajjal. Ketika senggang, keduanya sering tanpa sengaja bertemu untuk mengerjakan tugas masing-masing, kebetulan mereka sesama pekerja foto.

Hingga pada minggu lalu, Minggu (1/5/2017), Yono mengalami luka cukup serius di bagian ujung jarinya. Luka tersebut terjadi karena ia berusaha mereparasi korek gas yang tidak bisa menyala dengan sebilah pisau lipat. Akibat terlalu kuat menekan batang pisau, tanpa sadar ujung pisau merobek ujung jarinya hingga berlumuran darah.

Habib yang waktu itu berada tepat di depan Yono, spontan kaget lalu berdiri menuju tempat sedotan. Melihat Yono kesakitan, ia langsung bergegas meminta tolong Ayah, pemilik warung untuk membuka tangki bensin di motor miliknya.

“Saya spontan saja, karena saya fikir cara ini akan menghentikan pendarahan,” tutur Habib kalem, Selasa (2/5/2017).

Cara yang ia lakukan terbilang cukup ekstrem dan bisa membahayakan dirinya sendiri, yaitu menyedot bensin dari tangki melalui sedotan kecil (straw). Bayangkan saja, jika zat itu tertelan atau tersedak, nyawanya bisa terancam. Terlebih Habib melakukannya dengan terburu-buru tanpa fikir panjang.

“Bayangan saya hanya satu, lukanya bisa diatasi karena disini tidak ada yang menjual obat luka maupun plester,” tambah bapak dua orang anak ini.

Setelah berhasil menyedot separuh “straw” ia lantas meneteskan bensin di luka Yono dibantu oleh Ayah. Setelah beberapa detik, darah yang keluar berkurang. Beberapa menit kemudian Habib pamit pergi dan kembali lagi sambil membawa plester. Sungguh mulia hati lelaki ini, bahkan Yono pun tidak habis fikir kalau Habib akan senekat itu.

“Ya, baru kali ini saya merasakan ada orang lain seperti saudara. Padahal kita sebatas kenal di Warkop Ayah, bahkan boleh dibilang kita ini jarang ngobrol karena sama-sama sibuk ngetik kalau di sini,” ungkap Yono.

Yono mengaku sesudah diberikan bensin, rasanya dingin dan tidak perih di kulit yang terluka tadi.

Netizen di grup media sosial (medsos) pun berkicau.

“Saya salut dengan mas Habib,” ujar akun Yudha Agung di salah satu komentar Facebooknya.

“Subhanallah,” ungkap Agus, Humas Universitas Dr. Soetomo melalui akun Whatssapp nya.

Hal senada juga diungkapkan Hayuning, Humas Universitas Surabaya (Ubaya).

“Kereen,” ucap Hayuning.

“Inspiratif,” komentar reporter Trans 7, Tri Broto.

“Joss,” ujar Norman, wartawan Surabaya style.com sekaligus pemilik Nasi Jagung Bakar (NJB) Noorman.

“Woow.. super hero,” sahut Wahyu Ketan Punel, wartawan senior yang juga pemilik Kedai Ketan Punel di bilangan Jalan Raya Darmo Surabaya.

Masih banyak komentar Netizen lain di akun medsos yang memberi apresiasi atas aksi heroik Habib.

Beberapa penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kandungan zat pada bahan bakar seperti Terpentin yang biasa diperoleh dari getah pinus berharga sebagai antiseptik. Terpentin dan minyak sulingan mirip dengan minyak tanah sendiri telah digunakan sebagai obat penyembuhan sejak zaman kuno, dan hingga saat ini masih digunakan sebagai obat tradisional.

Terpentin juga ditambahkan untuk membersihkan produk sanitasi karena sifat antiseptik dan ‘aroma’ bersihnya. Dan pada tahun 1964, Soichiro Honda menggunakan Terpentin sebagai bahan bakar sepeda motor seperti bensin untuk pertama kalinya.

Memang sampai saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan bahaya penggunaan bensin untuk membersihkan luka di kulit. Namun setidaknya kisah heroik ini bisa menginspirasi bahwa kebaikan tidak membutuhkan balasan apapun. Dan orang yang baik seperti ini susah ditemukan di zaman sekarang. (ro)

Teks foto: Habib saat menyedot bensin. (foto: ist)