JEC Harus Miliki Ilmu Entrepreneurship

Surabaya , KabarGress.comJournalist Entreprenur Community (JEC) harus memiliki ilmu entrepreneurship atau kewirausahaan. Ilmu tentang menjadi pengusaha yang baik ini digunakan untuk mengetahui kebutuhan pasar, perhitungan risiko, ataupun cara pemasaran yang baik sebuah produk.

“Semua orang ingin menjadi pengusaha, tetapi tidak semua orang mempunyai ilmu bagaimana menjadi pengusaha yang baik. Usaha itu ada ilmunya. Bisa saja berwirausaha tanpa ilmu atau pelatihan. Namun pasti akan tidak bisa menghitung risiko lebih baik,” ujar Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf dihadapan mahasiswa dan JEC saat Pelatihan Manajemen Keuangan dan Marketing untuk JEC di STIE Perbanas Surabaya, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, seorang pengusaha harus memahami pasar dengan baik. Dengan memahami pasar, maka bisa mengetahui kebutuhan atau kesulitan konsumen. Karena kesulitan konsumen itulah merupakan peluang besar bagi pengusaha.  Setelah paham pasar, maka berilah produk sesuai pasar yang berkualitas.

“Lihat saja facebook, google, atau alibaba yang ingin memberikan solusi bagi kesulitan orang lain. Jadi lihat pasar butuhnya apa, defisinisikan dengan baik apa yang dibutuhkan. Baru kemudian produk tersebut dipasarkan,” kata Gus Ipul, sapaan lekat Wagub Jatim.

            Menurutnya, dengan diadakannya pelatihan manajemen keuangan dan marketing, maka bisa memberikan pengetahuan yang positif bagi jurnalis yang ingin membuka atau mengembangkan usaha.

“Luar biasa, para jurnalis yang minat jadi pengusaha diundang dan diajak mengikuti pelatihan. Ini membuka kesempatan pengusaha jadi andalan untuk mengatasi kesenjangan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya.

Gus Ipul juga berharap melalui kegiatan ini dapat memunculkan pengusaha-pengusaha baru yang dapat mendorong perekonomian di Jatim. “Jadilah pemenang dan tuan rumah di rumah sendiri dengan munculnya entrepreneur-entrepreneur baru. Pada Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA ini, kita jangan sampai menjadi pasar.,” imbuhnya.

Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 30 orang dari JEC. Seusai acara pembukaan, peserta memamerkan produk-produk yang dipasarkannya. Sebagai contoh, celana dengan bahan dari sarung kotak-kotak, siomay, wedang uwuh dalam kemasan minum, nasi kotak Madura, dan beberapa usaha lainnya ikut ditampilkan. (hery)

Leave a Reply


*