Fakultas Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Siap Menjawab Tantangan

Surabaya, KabarGRESS.com – Tingginya jumlah pengangguran dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara, yang berarti akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat. David McClelland mengatakan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi suatu negara membutuhkan sebanyak 2% penduduknya menjadi entrepreneur (wirausahawan).

Entrepreneur dapat didefinisikan sebagai seseorang yang mampu mengembangkan dan menerapkan kreativitas dalam memanfaatkan peluang usaha, seseorang yang berani menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dan seseorang yang berani mengambil risiko atas tindakan usaha yang dilakukan.

Secara sederhana entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang berani membuka usaha, menciptakan lapangan kerja yang berarti akan mengurangi jumlah pengangguran dan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Peranan perguruan tinggi dalam memotivasi lulusan sarjananya menjadi seorang wirausahawan muda sangat penting dalam menumbuhkan jumlah wirausahawan. Menurut Kemendiknas (2010:3-4), pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih kurang memperoleh perhatian yang cukup memadai, baik oleh dunia pendidikan maupun masyarakat sendiri.

Banyak pendidik yang kurang memperhatikan penumbuhan karakter dan perilaku wirausaha anak didik, baik di sekolah-sekolah kejuruan (SMK), maupun di pendidikan profesional. Untuk itu diperlukan suatu penyelesaiannya, bagaimana pendidikan dapat berperan untuk mengubah anak didik menjadi sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter dan perilaku wirausaha.

“Menjawab tantangan kebutuhan akan entrepreneur dan pendidikan entrepreneurship, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) beberapa tahun terakhir sudah memasukkan kewirausahaan pada kurikulum di beberapa fakultas,” ujar Dr. Diyah Tulipa, MM selaku Dekan Fakultas Kewirausahaan UKWMS.

Dan pada tahun 2016, membuka Fakultas Kewirausahaan. UKWMS  merupakan PTS pertama di Indonesia yang dipercaya untuk menyelenggarakan Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Kewirausahaan menjawab tantangan perkembangan kebutuhan masyarakat dengan menciptakan pengusaha muda yang creative, innovative dan PeKA (Peduli, Komit dan Antusias) terhadap lingkungan bisnis dan lingkungan sosial.

Oleh karena untuk memperkenalkan secara langsung Fakultas Kewirausahaan kepada masyarakat Surabaya khususnya dan SMU di Surabaya dan sekitarnya, diadakan Peresmian Fakultas Kewirausahaan UKWMS. Peresmian Fakultas Kewirausahaan UKWMS ditandai dengan pemukulan gong oleh Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.,Sc., Ph.D., Apt selaku Rektor UKWMS. Bertempat di Ballroom 2 Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Fakultas Kewirausahaan UKWMS hadir dengan sistem semester yang berbeda dengan S1 kebanyakan.

“Fakultas Kewirausahaan UKWMS hadir dengan sistem trimester dengan perkuliahan yang lebih padat dan target selesai studi dalam waktu tiga tahun. Dan akan ada lima bidang usaha sebagai fokus pengembangan ide kreatif mahasiswa meliputi Creative Culinary, Digital Art, Edupreneur, Fashion and Innovation dan Healthcare Entrepreneurship”, jelas Veronica Rahmawati, SE., M.Si., selaku Wakil Dekan Fakultas Kewirausahaan UKWMS.

Menghadirkan praktisi sebagai mentor para mahasiswa, Fakultas Kewirausahaan UKWMS mengawalinya dengan penandatanganan MoU dengan Pakuwon Group sebagai mitra kerjasama. Guna menambah wawasan mengenai perkembangan dunia usaha, Fakultas Kewirausahaan UKWMS turut mengundang Stefanus Ridwan Suhendra selaku Presiden Direktur PT. Pakuwon Jati sebagai pembicara talk show Start-Up Business.

“Salah satu tantangan dalam berbisnis adalah banyaknya orang yang mudah sekali meniru bisnis orang lain dan kalau mau meniru pasti seratus persen. Tapi kalau memang mau meniru, sebaiknya ditambahkan sepuluh persen yakni kreativitas sehingga ada pembeda dengan yang lain,” pungkas Ridwan. (ro)

Leave a Reply


*