30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Schneider Electric Siap Mengawal Indonesia Menuju Dunia Baru Pengelolaan Energi

  • Urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi mendorong tingkat pengonsumsian energi di seluruh belahan dunia sehingga mengakibatkan perubahan yang siginifikan pada industri energi
  • Schneider Electric ingin turut berkontribusi dalam upaya bersama untuk menciptakan dunia baru bagi energi masa depan dengan pengelolaan energi yang lebih terdigitalisasi, terdekarbonasi, dan terdesentralisasi

Jakarta, 5 April 2017, KabarGRESS.com Schneider Electric, perusahaan global spesialis di bidang manajemen energi dan automasi, hari ini mengadakan Innovation Summit 2017, sebuah acara yang mengumpulkan para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan di dalam industri untuk membahas isu-isu terkini dalam bisnis energi dan mempelajari lebih lanjut tentang inovasi Schneider Electric di setiap level kehidupan. Salah satu sesi penting di dalam acara ini adalah diskusi panel bertema “The New World of Energy in 3Ds” yang mengangkat pentingnya upaya bersama untuk menciptakan dunia baru bagi energi masa depan.

Xavier Denoly, selaku Country President Schneider Electric Indonesia menuturkan, “Sebagai perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi yang beroperasi di lebih dari 100 negara, Schneider Electric menawarkan solusi terpadu di beberapa segmen pasar, termasuk menjadi pemimpin di sektor energi dan infrastruktur, proses industri, sistem building automation, dan data center/jaringan, serta menempati posisi terdepan di sektor residensial. Acara Innovation Summit 2017 merupakan salah satu perwujudan dari slogan Perusahaan, Life is On: komitmen untuk menyediakan solusi pengelolaan energi dan automasi yang aman dan terandalkan, di mana pun, untuk siapa pun, dan kapan pun.”

“Diskusi panel ‘The New World of Energy in 3Ds’ ingin mengedepankan tiga dorongan mega-trend yang secara signifikan mendorong tingkat pengonsumsian energi di seluruh belahan dunia, yaitu: Urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi. Ketiga hal ini telah mengakibatkan perubahan yang siginifikan pada dunia energi,” lanjut Xavier.

Dengan menghadirkan para pakar di bidang pengelolaan energi dari berbagai latar belakang, yaitu: Ir. Maritje Hutapea selaku Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D. selaku Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, Ignatius Rendroyoko selaku Kepala Pokja (Kelompok Kerja) PLN, Prof. Dr. Ontoseno Penangsang selaku Guru Besar Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Surya Fitri selaku Marketing Director For Energy Business – Schneider Electric, diskusi ini juga ingin menggali potensi kolaborasi antara Pemerintah dan pihak swasta dalam menciptakan pengelolaan energi di Indonesia yang lebih aman, terandalkan, efisien, berkelanjutan, dan saling terkoneksi.

Diskusi ini menjadi penting karena perubahan di dalam pengelolaan energi memang mutlak dibutuhkan.  Di masa lalu, energi selalu tersentralisasi dalam hal pembangkitan, yaitu bermuara dari sumber energi yang tradisional, dan didistribusikan melalui grid elektrikal yang bersifat satu arah. Saat ini semuanya telah berubah ke dunia energi yang baru dengan pembangkit yang lebih terdesentralisasi, penambahan sumber baru terbarukan seperti tenaga matahari dan angin, energi yang terdekarbonisasi dan bersifat dua arah, dan juga pengaruh yang kuat dari permintaan konsumen.

Ir. Tumiran di dalam diskusi menanggapi, “Pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan baru melalui Peraturan Presiden Republlk Indonesia No. 22 tahun 2017 mengenai Rencana Umum Energi Nasional. Peraturan ini disusun sebagai panduan untuk bagaimana mengelola energi dalam negeri sehingga tetap aman hingga tahun 2050 nanti. Salah satu poin penting dari Peraturan ini adalah mengenai pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Pemanfaatan EBT saat ini baru mencapai sekitar 2% dari total potensi EBT yang ada. Potensi tersebut menjadi dasar rencana pengembangan EBT paling sedikit 23% dari total bauran energi primer pada tahun 2025 dan paling sedikit 31 % dari total bauran energi primer pada tahun 2050. Hal ini tentunya perlu didukung oleh infrastruktur industri domestik yang diperkuat.”

Hal senada disampaikan oleh Ir, Maritje, “Kami selaku pihak pemerintah bertanggungjawab dalam mengeluarkan regulasi yang kondusif, mengawasi dan membina implementasinya, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam strategi pencapaian pengelolaan energi yang lebih hemat dan efisien.  Oleh karena itu, para pelaku industri memegang peranan yang sangat penting dalam mengakselerasi tercapainya program-program yang kami canangkan.”

Menanggapi hal tersebut, Schneider Electric ingin turut berkontribusi dalam upaya bersama untuk menciptakan dunia baru bagi energi masa depan. Melalui rangkaian inovasinya, Schneider Electric akan mendorong pengelolaan energi yang lebih: DIGITIZED (memastikan semua teknologi harus dapat berkomunikasi satu sama lain untuk menjadikan mereka lebih terkontrol dan efisien), DECARBONIZED (mengedepankan teknologi terbarukan, mengingat di masa depan diyakini bahwa 50% dari teknologi energi akan berasal dari energi terbarukan), dan DECENTRALIZED (mewujudkan pembangkit dan pengelolaan energi di semua tempat; dalam infrastruktur, dalam jaringan dan dalam grid).

Inovasi Schneider Electric terangkum dalam EcoStruxure™, sebuah arsitektur dan platform teknologi yang menyatukan energi, automasi dan juga software yang menunjang pengelolaan energi secara lebih baik dan terukur, terutama dalam hal keamanan, keterandalan, efisiensi, keberlanjutan dan konektivitas. Platform ini memanfaatkan Internet of Things (IoT) sehingga semua unit ataupun perangkat dapat dikendalikan melalui internet protocol (IP). Pada akhirnya, tercipta Innovation at Every Level atau inovasi di setiap level pengelolaan energi, dengan produk yang saling terkoneksi, edge control, ragam aplikasi, fungsi analitik hingga di level pelayanan.

Sebagai jembatan antara teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional (OT), EcoStruxure™ memungkinkan konsumen memaksimalkan fungsi dari data yang mereka miliki. Secara spesifik, platform ini membantu menerjemahkan data menjadi sebuah informasi yang langsung dapat ditindaklanjuti sehingga mampu menunjang keputusan bisnis yang lebih baik. Melalui EcoStruxure™, Schneider Electric siap mengawal Indonesia untuk menyongsong dunia baru pengelolaan energi. (ro)

Teks foto:

  • Xavier Denoly – Country President Schneider Electric Indonesia menyampaikan opening keynote bertema Delivering Innovation at Every Level with EcoStruxure.
  • Jean Philippe Ek Khoury – Regional Development APAC Grid Advance Solutions Energy Business Schneider Electric.
  • Suasana panelis diskusi “The New World of Energy in 3Ds”. Para panelis diskusi “The New World of Energy in 3Ds” (ki-ka): Surya FitriMarketing Director For Energy Business – Schneider Electric, Ignatius Rendroyoko – Kepala Pokja (Kelompok Kerja) PLN, Prof. Dr. Ontoseno Penangsang – Guru Besar Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D – Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, Ir. Maritje Hutapea – Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.
  • Suasana di Schneider Electric Innovation Summit 2017.