30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

AGUS SANTOSO SIAP BERUNDING, SEKRETARIS DPD WARSITO ANGGAP PARTAI HANURA SURABAYA SELESAI

Surabaya, KabarGress.com – Tiga point, angka 3,4 dan 5 Surat Edaran (SE) DPP Partai Hanura Nomor : A /050 / DPP – HANURA /III/2017 ,tanggal 20 Maret 2017 dijadikan pintu masuk Agus Santoso untuk kembali mempertanyakan status rekomendasi dan persetujuan R. Edi Rachmat SE,MM, Sebagai Ketua DPC Partai Hanura  Kota Surabaya.

“ Surat persetujuan rekomendasi untuk Edi Rachmat, yang ditandatangani Dr. Chairuddin Ismail itu, saya sangsikan keasliannya,” kata Agus Santoso, via handphonya, Minggu (26/3/2017).

Agus Santoso, mengklaim dirinya sebagai Sekretaris Partai Hanura Surabaya yang sah berikan aromentasinya, bahwa rekomendasi yang ditandatangani Wakil Ketua Umum ( Waketum ) dan Sekretaris Dr. Berliana Kartakusumah  tersebut tidak ada stempel DPP. “ Padahal  surat keluar dari DPP semua pasti ada stempelnya. Apalagi, menyangkut surat rekomendasi harus berstempel. Tapi untuk rekom yang di berikan ke Edi, saya lihat tidak berstempel,”ujar Agus Santoso.

Untuk alasan ini Agus Santoso menilai rekom tersebut diragukan. Namun begitu dalam upaya  menjaga marwah Partai Hanura dimata publik, Agus Santoso mengaku tetap membuka ruang bertemu, berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan ini, “ Saya membuka diri untuk menyelesaikan masalah ini. Sebagai kader Partai, saya tidak mau berkelai terus, ruang berunding masih tetap saya buka, “ aku Agus lagi.

Agus Santoso mengaku, dirinya tidak ada niatan berpolemik dengan DPD, yang dia lakukan hanya semata –mata mendudukan persoalan yang melilit ditubuh DPC Partai Hanura Kota Surabaya secara proporsional seraya bersama –sama mencari jalan pemecahannya. “ Saya tidak mau berpolemik dengan DPD. Saya hanya meluruskan soal DPC Surabaya,” tandas Agus, sambil buru –buru menambahkan untuk menuntaskan persoalan kepengurusan DPC Partai Hanura Kota Surabaya, solusinya adalah dilakukan Muscablub.

” Saya tidak punya minat menjadi ketua. Yang saya inginkan, Partai Hanura ini harus ditata secara benar,” cetus Agus. ” Ini saya lakukan demi nama baik Partai,” paparnya.

Sekretaris DPD Warsito,SE, dikonfirmasi terkait klaim Agus Santoso, menyatakan selesai untuk DPC Partai Hanura Kota Surabaya. “ DPC Partai Hanura Kota Sudah selesai,” jawabnya, Minggu (26/7/2017). Sebab, terkait Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya Edi Rachmat, telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud oleh AD/ART, dan PO Partai. “ Jadi untuk DPC Kota Surabaya, klier dan selesai,”  kata Warsito, sambil memperlihatkan dokumen asli rekomendasi.

Merujuk  AD/ART dan PO Partai, keluarnya rekomendasi pada Edi Rachmat menurut Warsito sudah sesuai amanat Partai. Surat rekomendasi untuk Edi Rachmat kala itu ditandatangani oleh Waketum Dr. Choiruddin Ismal dengan Sekjen Dr. Berliana Kartakusumah. Jadi tidak ada yang dilanggar, dan rekom untuk Edi Rachmat tersebut sah berdasarkan AD/ART dan PO Partai. “ Dokumennya lengkap semua, dan semuanya asli,” ujarnya.

Terkait DPC Partai Hanura Kota Surabaya, DPD tegas Warsito memang mengambil langkah cepat. Hal itu dilakukan setelah ketua DPC terpilih Whisnu Wardhana ( WW) tersandung persoalan hukum, dugaan korupsi penjualan asset  PT Panca Wira Usaha PWU. Agar tidak mengganggu kinerja Partai, DPD mengambil langkah cepat dengan mengirimkan Surat Nomor : SB/129/DPD.JTM/HANURA/XI/2016,   tertanggal 8 November 2016, perihal : Permohonan rekomendasi Calon Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya.

“ Surat rekomendasi yang dimohonkan oleh DPD ke DPP itu akhirnya dikabulkan,”ungkap Cak War, panggilan akrab Warsito. Isinya, DPP Partai Hanura menyetujui DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Timur untuk memberhentikan  Ir . Whisnu Wardhana, SE, SH, MM dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya.

Dan Surat pemecatan WW  ditandatangani oleh Waketum dan Sekjen, dengan demikian sah sesui AD/ART Partai maupun PO. Surat itu disamping memecat WW sebagai ketua DPC Hanura Surabaya, juga sekaligus menunjuk R Edi Rachmat selaku Plt Surabaya untuk menjalankan tugas Partai dan segera melaksanakan Muscablub.

Muscablub yang merupakan amanah DPP itu juga telah dilaksanakan oleh Edi Rachmat. “ Edi Rachmat terpilih melalui mekanisme partai. “ kalau Agus Santoso mengklaim sebagai sekretaris Surabaya, lantas dia kapan dilantik. Siapa yang melantik. Wong dilantiks aja belum, mengklaim jadi sekretaris Hanura,”kata Cak War, balik bertanya.

Untuk menepis kebingungan publik, Warsito  menjlentrehkan secara detail,  SK pengangkatan pengurus 13 DPC yang ditandatangani atas nama Wakil Ketua Umum, Chairuddin Ismail dan Sekjen Berliana Kartakusumah. SK tersebut dikeluarkan sebelum Oesman Sapta  terpilih Ketua Umum Partai. “ Setelah terpilih dan selesai dilantik Pak OSO menelorkan SE DPP Partai Hanura itu bernomor A/050/DPP-HANURA/III/2017 tertanggal 20 Maret 2017,”tegas Warsito.(hery)