MENGINTIP PROFILE PENGUSAHA DAN POLITIKUS PARTAI HANURA

Surabaya,KabarGress.com – Figurnya low profile, bersahaja. Friendly, ramah, mudah bergaul dengan siapa saja.  Tak heran kalau sahabatnya dimana –mana. Kawan diskusi yang baik,kaya  wawasan . Enak diajak bicara,, tapi juga mumpuni ketika diajak diskusi soal bisnis, ekonomi, hingga soal –soal politik maupun kebangsaan . Dia, adalah Sekretaris DPD Partai Hanura Jawa Timur , Warsito, SE.

Ayah dua putra si sulung Alvin Dio Wardanu, saat ini menempuh pendidikan di  Universitas  Surabaya ( Unesa) semester 4 Fakultas Bahasa dan Sastra, si bungsu Rahadian Bino Wardanu,  kelas 1 di SMA 5 Surabaya ini  lahir di Sukoharjo 24 Juni 1969.

Pria beristrikan Ny.  Nunung Nurwidya Warsito ini menyelesaikan pendidikan SMP tahun 1985, SMA lulus tahun 1988. Setelah lulus, Warsito muda tak langsung kuliah, namun bekerja pada perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran dan bongkar muat (PBM) . Itu dilakukan sebagai langkah bijak untuk mencari penghasilan sendiri tanpa menggantungkan kepada kedua orang tuanya.” Saya memang pilih mencari kerja dulu. Sekitar 10 tahun bekerja ,” ujar bapak dua orang putra ini mengawali bincang -bincang dengan KabarGress.com.

Setelah mendapat penghasilan sendiri,serta  bisa menabung, Warsito memantapkan diri untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Tahun 1998 kemudian masuk ke Universitas Dr. Soetomo,mengambil jurusan ekonomi. “ Saya masuk fakultas ekonomi, alhamdulilah lulus pada tahun 2003 ,”ujarnya. “ Bicara pahit getirnya masa lalu, begitu indah,” kenangnya .

Dibalik sukses suami, ada peran istri ungkapan itu kata Warsito memang benar adanya.Doa sang istri terus mengalir sepanjang waktu mengiringi derap langkah serta perjuangannya. Berkat peran istri yang sangat besar, perjuangan Warsito dalam membangun ekonominya mencapai puncaknya. Kenapa, setelah mendedikasikan ilmu, tenaga, skill, power, ulet, jujur ditempat perusahaan ia bekerja, Warsito dipercaya memimpin perusahaan itu.

Dengan kepercayaan yang diberikan untuk memimpin perusahaan , disini figur ini diuji, kapabilitasnya, dedikasinya,loyalitasnya, termasuk pula pengabdiannya. Karena kepercayaan yang diberikan dimaknai sebagai amanah, maka Warsito menjawabnya dengan bekerja secara benar, dalam arti sesuai job description.

Lantaran kesungguhannya  perusahaan yang dipimpinnya kala itu berhasil maju pesat.

Kalau waktu dia masuk dan memimpin perusahaan itu, perusahaan hanya punya tiga kapal kargo, tak berselang lama secara bertahap Warsito mampu menambah beberapa armada kapal baru untuk perusahaan yang ia pimpin . ‘ Dimana kaki berpijak disitu langit di jinjing’ filosofis memang, tetapi barangkali inilah menginspirasi dia untuk senantiasa berbuat terbaik .

Karena prestasinya, Warsito, sempat menempuh study bidang forwadeng dan management of port di Singapura, dan lulus terbaik nomor dua. Sepulang dari negeri singa itu, karier Warsito diperusahaan semakin bersinar. Kemudian setelah tabungan dirasa cukup, Warsito mengajukan resign dari perusahaan untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Atas dukungan  sang istri ,serta doa restu ibundanya, Warsito mendirikan perusahaan forwading, di area pelabuhan Tanjung Perak. Memang tidak semulus dibayangkan, namun berkat ketekunan, dibarengi kinerja yang baik dan benar, perusahaan miliknya terus berkembang. Ada puluhan karyawan yang bekerja diperusahaan milik Warsito sampai saat ini .

Tatkala, ditanya resep sukses dirinya, Warsito menjawab : “ Bekerja keras, jujur,  punya komitmen, dan profesional . ” Ketika perusahaan semakin kuat, didukung financial yang kuat sebagai seorang pebisnis, Warsito pun lakukan ekspansi kebeberapa sector usaha lain. Dan, beberapa usaha yang dirintinya, juga mampu  survef  hingga saat ini. Keberhasilan membangun bisnisnya,tak menjadikan dia berubah.

Ia tetap sosok sederhana , yang care terhadap lingkungannya. Hal itu dibuktikan, dengan kerapnya dia  melakukan kegiatan bersifat sosial. Untuk memudahkan berinteraksi terhadap hal –hal bersifat sosial, Warsito mendarmabhaktikan dirinya di Yayasan Jati diri Bangsa  sebagai Wakil ketua . Disini Warsito bersama anggota yayasan yang lain terus berbuat dan berbuat.

Tak berhenti disini. Dalam kerangka mendedikasikan dirinya  kepada masyarakat  Sarjana Ekonomi ini pada akhirnya terjun ke dunia politik dan  masuk ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Didukung semangat berbakti, Warsito saat ini dipercaya oleh DPP Partai Hanura sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura Jawa Timur mendampingi Ketua DPD Haji Kelana Aprilianto, SE.

Amanat DPP dijalankan secara on the track, berdasarkan agenda kerja Partai. Antara lain melaksanakan Muscap DPC se-Jawa Timur, melaksanakan verifikasi internal  kepada DPC se-Jawa Timur, melaksanakan Pelantikan Pengukuhan 38 Kabupaten ,Kota di JX ( Jatim Expo) . Melaksanakan Rapimda di Hotel Club Bunga Batu, dimana saat itu, Rapimda yang dihadiri Waketum DPP Gede Pasek Suardika, SH,MH, Wasekjen Yunianto (Mastenk) mengeluarkan rekomendasi Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Kelana Aprilianto, maju wakil gubernur pada pilgub 2018 mendatang .

Bukan hanya itu. Warsito lakukan inisiasi dan  asistensi kepada DPC untuk menata kelembagaan partai disemua tingkatan. Hasilnya, DPC –DPC melaksanakan penataan struktur partai sampai ditingkat Ranting. Diantaranya, DPC Partai Hanura Kota Surabaya, bahkan DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo sukses menata struktur kepengurusan 18 PAC dan 349 Ranting di 349 Desa .

Yang special, Pelantikan Pengukuhan, 18 PAC dan Pengurus 349 Ranting DPC Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo, Sabtu 11 Maret kemarin, dihadiri 2000 kader partai, dan disaksikan oleh Ketua DPP Bidang Organisasi Beni Ramdani, Wasekjen Yunianto (Mastenk), Kordinator pemenangan wilayah Jawa Farid. Bangkit, Jaya, Menang, yang menjadi slogan baru Partai Hanura, dijawab oleh Warsito, dengan kerja,kerja ,kerja , memperkuat kelembagaan yang mengakar di masyarakat bawah. (hery)

 

 

 

Leave a Reply


*