30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Investor Pasar Modal di Surabaya Capai 30.000

Surabaya, KabarGRESS.com – PT Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek lndonesia (BEI), menyambangi kota Surabaya dalam rangka kegiatan sosialisasi dan edukasi di Provinsi Jawa Timur. Rangkaian kegiatan sosialisasi di Surabaya ini mencakup kegiatan edukasi mengenai pasar modal di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta silaturahmi dengan media. Fokus dari kegiatan sosialisasi ini untuk memperkenalkan kembali manfaat sarana pemantauan portofolio investor yang disediakan KSEI, yakni Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas).

Nina Rizalina, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI menyatakan “Dengan diselenggarakannya kembali program sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat Surabaya, khususnya yang sudah menjadi nasabah pasar modal mengenai pentingnya pemantauan portofolio investasi secara iangsung melalui Fasilitas AKSes. Hadirnya fasilitas yang merupakan sarana transparansi informasi dan perlindungan investor tersebut, diharapkan dapat menarik minat investor baru”, ungkapnya.

Nina menambahkan, “Sosialisasi dan edukasi ini juga sejalan dengan kampanye “Yuk Nabung Saham’ yang diselenggarakan regulator pasar modal untuk meningkatkan jumlah investor, khususnya investor domestik. Peningkatan investor domestik di pasar modal telah menunjukkan hasil yang positif, tercatat pada Januari 2017, sebesar 52% aset pasar modal dikuasai oleh investor domestik, hal ini cukup menggembirakan mengingat investor asing pernah menguasai aset pasar modal hingga 65%”.

Berdasarkan data KSEI per akhir Februari 2017, saat ini Jawa Timur menempati urutan ke-3 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di lndonesia setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan jumlah investor pemilik Efek sebanyak 67.272 orang. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 30.641 investor yang berdomisili di kota Surabaya atau yang terbesar di provinsi Jawa Timur.

Jumlah investor tersebut meningkat sekitar 10% dari Februari tahun lalu sebesar 27.722. Adapun jumlah investor di Pasar Modal lndonesia hingga akhir Februari 2017, telah mencapai sekitar 932.000 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank lndonesia.

Lebih Ianjut. Nina menyatakan bahwa saat ini KSEI bersama BEl dan PT Kliring Penjaminan Efek lndonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, hal ini cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai investor muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

“Saat ini mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan saat sudah mulai bekerja, mereka akan menjadi investor pasar modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia”, tambah Nina.

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas lnvestasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan lnvestasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk lndustri Reksa Dana.

Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih eflsien dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan.

Di tahun 2016, terdapat beberapa pengembangan Iain yang telah dilakukan KSEI antara lain penunjukan KSEI sebagai penerbit nomor SID (Single Investor Identification) untuk Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia (BI). Kerjasama KSEI dan Bl tersebut, memungkinan tersedianya informasi tentang kepemilikan Surat Berharga yang diterbitkan BI yang sebelumnya tersebar di 18 Sub Registry menjadi terpusat di KSEI, sehingga data investor di KSEI semakin lengkap dan terkonsolidasi.

lnisiatif lainnya, KSEI berhasil menginisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 100 pelaku industri pasar modal dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen. Dukcapil), Kementerian Daiam Negeri Republik Indonesia terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek. Melalui simulasi yang dilaksanakan pada saat penantanganan PKS, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP eIektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

Atas pencapaian yang telah diraih sepanjang tahun 2016, KSEI berhasil memperoIeh penghargaan Marquee Awards sebagai Best Central Securities Depository in South East Asia 2016 oIeh Alpha South East Asia.

Untuk inisiatif di tahun mendatang, KSEI merencanakan penerapan eletronic Voting (e-Voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor seoara flsik. Dlharapkan hal ini dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki Iebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.

Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kall lipat, sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. (ro)

Teks foto: Nina Rizalina, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI, menyampaikan paparannya.