30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Kadin Jatim Usul Dibentuknya Kadin IORA dan UKM Industri untuk Supplai Konsumsi IORA

Jakarta, KabarGRESS.com – Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Negara Samudera Hindia atau Indian Ocean Rim Association (IORA) akan berakhir pada Selasa 7 Maret 2017. Acara yang dimulai 5-7 Maret 2017 ini dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Sejumlah petinggi negara dan pebisnis dunia hadir dalam acara tersebut. Mereka diantaranya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan sejumlah kepala negara dari 21 negara peserta dan tujuh negara mitra wicara, termasuk para Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) seluruh Indonesia.

Dari Jawa Timur, delegasi yang hadir ialah Tim Ahli KADIN Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA. Jamhadi sekaligus Ketua KADIN Surabaya dan Dirut PT Tata Bumi Raya saat sesi pembahasan draft deklarasi bersama para Ketua KADIN dari 21 negara anggota IORA menyampaikan ide perlunya dibentuk KADIN IORA.

Tujuannya untuk lebih bisa mempercepat realisasi poin-poin deklarasi tersebut. Juga perlu mendukung pelaku UKM agar bisa produksi massal, sehingga mengisi kebutuhan konsumsi mereka dengan maksud mengurangi impor dari luar negaranya.

Hal lain yang dibahas dalam deklarasi bersama ialah pesatnya kemajuan teknologi informasi. Selain itu dibahas pula Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Berkeadilan sesuai temanya yaitu ”Building Partenership for a Sustainable and Equitable Economic Growth”.

Diakui atau tidak, bahwa meningkatnya globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam pembangunan ekonomi dunia.

Dalam laporan yang disampaikan Bpk Jamhadi saat mengikuti acara IORA Business Summit 2017, bahwa dinamika ekonomi di sektor swasta memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan, serta mempromosikan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan usaha inklusif, memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM), menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa, menghasilkan pendapatan dan keuntungan, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Dan yang lebih penting ialah meningkatkan kedaulatan negara dan mengangkat kehidupan yang layak bagi masyarakat. Oleh karena itu, sektor swasta butuh peran penting dari pemerintah,” tandas Jamhadi.

Diharapkan, kerjasama antara sektor swasta dengan pemerintah bisa dijalin lebih erat lagi dalam berbagai bidang, misalnya bidang investasi, peningkatan produktivitas, berbagi pengetahuan dan inovasi.

Yang perlu digarisbawahi, bahwa keterlibatan pemerintah dalam mengembangkan lingkungan yang kondusif untuk entrepreneur, pertumbuhan pasar domestik, partisipasi dalam perdagangan internasional, dan mengoptimalkan potensi dari sumber daya manusia di negara-negara IORA.

Maka itu, untuk meningkatkan peran sektor swasta dalam memajukan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IORA, perlu dilakukan aksi bersama sebagai berikut :

I. Memperkuat kolaborasi dan kemitraan dalam memperluas dan mendiversifikasi perdagangan serta arus investasi di kedua arah dimulai dengan skala prioritas, dengan fokus pada keterlibatan usaha kecil dan menengah (UKM).

II. Mempromosikan usaha perdagangan yang saling menguntungkan antara negara-negara anggota IORA, dengan mendorong pemerintah untuk menghilangkan hambatan perdagangan, menahan diri dari penggunaan hambatan non tarif perdagangan, meningkatkan perdagangan barang dan jasa, dan meningkatkan fasilitasi perdagangan secara umum dalam suatu terbuka, adil dan berdasarkan aturan sistem perdagangan internasional.

III. Panggilan kepada pemerintah, kamar dagang dan industri, asosiasi bisnis dan sektor swasta pada umumnya untuk mengambil langkah yang diperlukan dan tepat untuk meningkatkan kerjasama antara negara-negara di kawasan IORA.

IV. Mendorong negara-negara IORA untuk bekerja lebih erat untuk mempromosikan kebijakan dan koordinasi untuk iklim investasi lebih inklusif dan kondusif.

V. Membuka peluang investasi kepada investor asing dan domestik dari sektor swasta dengan meningkatkan promosi investasi, mengembangkan model bisnis yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas produk, pemasaran dan pengembangan keterampilan yang menjadi faktor penting untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan yang adil.

VI. Memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor prioritas untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di negara-negara IORA, seperti pertanian dan agro-bisnis, manufaktur, pembangunan infrastruktur, maritim, pemberdayaan perempuan, pariwisata, dan akses ke perbankan.

VII. Mendorong investor swasta di bidang infrastruktur, seperti jalan, jembatan udara dan pelabuhan laut, kereta api, listrik, transportasi dan telekomunikasi.

VIII. Berkolaborasi dalam bidang pendidikan, pelatihan dan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan entrepeneurship.

IX. Mendukung perempuan pengusaha, serta UMKM, yang merupakan bagian yang sulit dipisahkan. Dalam bahasannya, pemerintah dan negara-negara membantu UMKM dalam mengakses pasar, keuangan, teknologi, dan mengidentifikasi penjualan keterampilan yang sesuai dengan melakukan entrepeneurship , program pendidikan dan pelatihan dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

X. Dalam mendukung pengembangan sektor swasta, khususnya usaha kecil dan menengah mengimbau pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan kebijakan, programmer dan instrumen dengan mendorong kebijakan dukungan publik di berbagai bidang, termasuk promosi inovasi, dukungan entrepeneurship, pelatihan kejuruan, kredit dan produktivitas sektor swasta.

XI. Mendorong kemitraan sektor publik-swasta untuk lebih meningkatkan kerjasama yang lebih antara negara-negara IORA atas dasar kesetaraan dan saling menguntungkan. (*/ro)