( Bagian II ) NEGARA HARUS TATA ULANG FUNGSI DAN TUGAS ANAK BANGSA

Pada sisi lain, oleh orde baru sampai pada akhirnya tercipta komunitas ekonomi elit indonesia, yang dikenal dengan konglomerat. Yang pada akhirnya dapat menguasai perekonomian indonesia hingga saat ini, bahkan konon kabarnya dapat dengan mudah mempengaruhi, mengkoordinasi, mengkonsolidasi serta menentukan keputusan dan kebijakan birokrasi, baik yang dibuat oleh sipil maupun militer. Kondisi “ terpinggirkan “ inilah yang pada akhirnya dibebaskan oleh gus dur saat era reformasi sampai termasuk terbebasnya untuk masuk ke panggung politik yang menjadi penentu kekuasaan dalam negara. Tentunya dengan kondisi semangat etnisentris yang tinggi telah terbangun pada diri mereka. Sehingga mereka sampai saat ini masih terpolarisasi berparadigma sebagai “ nasionalisme dan patriotisme thinghoa “ bukan nasionalisme dan patriotisme atas indonesia sebagai bangsa berikut dengan nusantara dengan multietnisnya.

Kekhawatiran kondisi inilah sebetulnya yang sedang disuarakan oleh seorang Tommy Soeharto tentunya dengan harapan para pemangku jabatan saat ini segera merevitalisasi dan merekontruksi sistem yang terlanjur sudah terjadi. Sudah waktiunya pemerintah menata ulang “ peran dan fungsi “ seluruh anak negeri khususnya saudara kita yang beretnis thionghoa minimal dengan cara pendataan secara masif, terstruktur, terorganiser serta sistimatis atas keberadaan asli mereka adalah warga negara indonesia.

Dan mewajibkan mereka mengikuti wawasan kebangsaan dan pancasila, serta yang terakhir adalah mewajibkan untuk ikut serta dalam program bela negara dan wajib militer. Dengan alternatif sistem dan program tersebut akan dapat mempersempit kesenjangan yang selama ini terjadi. Dampak kegagalan sistem, yang diterapkan oleh orde baru serta akan dapat pula meminimaliser “ dugaan “ nasionalisme dan patriotisme thionghoa. Untuk pada akhirnya sejajar tanpa kesenjangan baik secara sosila, budaya, politik, ekonomi mupun pertahanan dan keamanan. Sebagai anak negeri yang siap membangun bersama indonesia sejahtera, adil dan makmur untuk semua.

 

Salam nusantara

 

Ab’doel’lah Sultan

Bukan siapa-siapa dan Apa-apa

Leave a Reply


*