30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

DPC HANURA TURUT BERDUKACITA MENINGGALNYA BU MARWIJI

Surabaya, KabarGress.com –  Segenap Pimpinan dan seluruh jajaran Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Partai HANURA Surabaya turut berduka cita / berbela sungkawa sedalam dalamnya atas meninggalnya Bu Marwiji, pengidap penyakit komplikasi warga Kalikepiting Surabaya.

“ Kami, bersama seluruh pengurus dan  kader Partai Hanura Surabaya, turut berduka cita meninggalnya, Bu Marwiji,” aku Ketua DPC R. Edi Rachmat, SE.MM,di dampingi Sekretaris DPC Sugito ,S.Sos.

“ Semoga semua khilaf, salah dan dosa –dosa beliau di masa hidupnya, di ampuni Allah SWT,  serta mendapat tempat mulia di sisi-Nya. Aamiin, “ kata  Sugito .

Seperti di lansir KabarGress.com sebelumnya, DPC Partai Hanura Surabaya telah berupaya secara nyata membantu mengobatkan warga Kalikepiting ini ke RSD Dr. Soewandie, namun karena penyakitnya berdasar rekam medic Dr Soewandie, sudah masuk stadium akhir (kritis) akhirnya di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Rabu (7/2/2017).

Pasien pun akhirnya di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo DPC Partai Hanura Surabaya. Edi Rachmat dan Sugito dengan sigap meminta salah seorang pengurus DPC yakni Wahyudi, di bantu Ketua PAC Tambaksari Basuki, dan Siswanto dari DPD bertindak trengginas membawah Bu Marwiji ke RSUD Dr. Soetomo, esuk harinya, Kamis  8 Februari 2017 sekitar pukul 15 .00 wib, pasien dipanggil pulang menghadap ke Hadirat Illahi Rabb, alias meninggal dunia.

Meninggalnya, Bu Marwiji si warga kurang mampu ini tentu bukan meninggal duka mendalam di rasakan keluarga beserta sanak familinya, seluruh jajaran DPC Partai Hanura Kota Surabaya, mengaku merasa  kehilangan. “  Sesama manusia kami merasa kehilangan” imbuh Kang Edi sapaan akrab Ketua DPC Partai Hanura R. Edi Rachmat. Perasaan senada juga di rasakan Sekretaris DPC Sugito, yang di kalangan Kantor DPRD Kota Surabaya lekat di sapa mbah Gito.

Langkah yang langsung di lakukan agar jenasah Bu Marwiji tidak terlantar, Kang Edi dan mbah Gito, menggerakkan pengurus Partai mengurus jenasah di RSUD Dr Soetomo. Mbah Gito, minta bantuan mobil ambulance dari Dinas Sosial Kota Surabaya. “ Kasihan supaya jenasah tidak terlalu menunggu saya minta bantuan mobil ambulance dari Dinsos, dan saya minta kader saya dari Dapil saya untuk ikut mengurus jenasahnya,”tambahnya.

Kader mbah Gito yang turut membantu menangani kepulangan jenasah itu adalah Foduli,  Eko Tulung, bersama Wahyudi dan Basukit, ke empat kader yang mengemban tugas DPC langsung bergerak cepat mendatangi RSUD Dr. Soetomo, mengurus jenasah untuk di bawa pulang ke Kalikepiting, Surabaya dan jenasah di terima keluarga dengan isak tangis , kehilangan.

Duet dua petinggi DPC Partai Hanura Kota Surabaya ini terkait masalah kemanusiaan patut di apresiai public Kota Surabaya. Sebab keduanya memiliki jiwa “concern is high enough / kepedulian cukup tinggi  ” kepada warga kurang mampu. Dua elit ini dalam menterjemahkan komitmen Partai Hanura, tidak terjebak ranah retorika belaka, tetapi “ rame mring gawe “ serta di buktikan dengan banyak berbuat serta membantu kepada sesama, utamanya pada warga yang membutuhkan pertolongan. (hery)