30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Membangun Kepedulian Mahasiswa UK Petra Melalui Seni dan Karya Nyata

Surabaya, 07 Februari 2017, KabarGRESS.com – Masih ingat dengan pentas disabilitas yang digelar UK Petra bulan Agustus 2016 yang lalu? Pentas yang digelar dalam rangka untuk penggalian dana Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Perbaikan SMP YPAB di Gebang Putih Surabaya tersebut telah berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp20.000.000,00.

Hasil uang ini telah terealisasikan dengan baik dan akan diadakan serah terima Hasil Abdimas Perbaikan SMPLB-A YPAB Surabaya di jalan Gebang Putih no 5 pada hari Rabu, 08 Februari 2017 mulai pukul 09.30-12.00 WIB.

Apa saja yang diperbaiki? “Kami membuat pintu geser di kelas, pelindung jendela di kelas, toilet duduk, penambahan railing hingga ramp pada WC. Tak hanya itu saja, para mahasiswa terlibat aktif dalam Abdimas ini juga. Selama dua minggu para mahasiswa ini ikut membantu mengajar, mengetik buku braille hingga membuat alat bantu ajar matematika (bidang datar dan bangun ruang)”, ungkap Gunawan Tanuwidjaja, S.T., M.Sc selaku penanggung jawab Abdimas ini.

Pengerjaan yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan mulai bulan Agustus-Desember 2016 tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) UK Petra. Prosesi serah terima ini akan diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah SMPLB-A YPAB oleh Kepala DMU UK Petra yaitu Adi Wibowo ST.MT.

Sebagai sekolah berkebutuhan khusus, sekolah ini masih membutuhkan bantuan rancangan desain yang lebih aman untuk para siswanya. Maka dari itu perbaikan yang dilakukan ini merupakan solusi atas permasalahan yang ada selama ini sebagai contoh fasilitas yang ada selama ini di sekolah tersebut adalah kamar mandi dengan toilet jongkok. Hal ini menyulitkan para siswa yang mengalami kesulitan seperti kesulitan melihat dan berjalan.

Dengan adanya acara ini, para mahasiswa akan lebih mengerti dan menghargai keberagaman yang ada di masyarakat. Selain itu dengan mengikuti kegiatan Abdimas ini maka akan membuka wawasan mahasiswa dalam membangun konsep berpikir mengenai desain inklusi dalam perancangan rumah, apartemen hingga sekolah inklusif.  (ro)