31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Komisi X DPR-RI Prihatin, SMANOR Gudang Prestasi Tapi Miskin Fasilitas

ridwan-anggota-dprSidoarjo, KabarGress.com – Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR-RI) , lakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga ( SMANOR) Dinas Pendidikan Prov Jatim, jl, Pagerwojo,Sidoarjo,Jumat ( 9/9/2016). Ir.HM .Ridwan Hisjam dan rombongan komisi X ingin melihat dari dekat , kondisi SMANOR Sidoarjo, Jatim di ketahui selain berhasil mengukir prestasi akademik, tapi sebagai gudang prestasi.

Namun, Ridwan Hisjam dan rombongan yang diterima Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Drs, Zainal Arifin,MPd, setelah melihat dari dekat mengaku terkejut, dan merasa prihatin. Kenapa , kenyataannya sumbangsih SMANOR pada dunia olehraga yang begitu besar , dan satu – satunya di Jatim ini miskin fasilitas , tidak berbanding lurus dengan prestasi yang di sumbangkan untuk Negara ini. “ Memprihatinkan ya setelah kita lihat dari dekat. Bagaimana mungkin SMANOR Jatim yang kaya prestasi olahraga dan akademik ini, masih tergolong miskin fasilitas,” kata Ridwan Hisjam.

Meski terbentur miskin fasilitas, tapi yang membanggakan SMANOR telah terbukti mampu mencetak siswa –siswanya menjadi atlet –atlet professional. Seperti diketahui bersama, karena totalitas pengelola mendedikasikan dirinya, atlet –atlet SMANOR bisa berbicara cukup banyak di berbagai event olahraga nasional maupun internasional. “ Saya kira ini cukup membanggakan kami di Komisi X,”imbuh, mantan Ketua DPD Golkar Jatim ini.

SMANOR Jatim tidak boleh mandeg prestasi. Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga, kebanggaan masyarakat Jatim ini , harus terus didorong tetap surfive, agar mampu menyuguhkan prestasi. Untuk itu, agar SMANOR Jatim kiprah besarnya pada dunia olahraga semakin besar, dan lebih leluasa mencetak siswa –siswi menjadi atlet professional, tentunya perlu aware semua pihak, dan politicallwile Pakde Karwo, selaku gubernur Jawa Timur.

imagesMenurut Ridwan Hisjam, para pihak hendaknya tidak permisif pada SMANOR. Dukungan nyata pemangku wilayah untuk memajukan SMANOR harus segera dilakukan. Untuk itu Ridwan Hisjam, mendesak pemerintah daerah maupun pusat agar supaya berbuat nyata dengan memberikan porsi anggaran yang cukup untuk melengkapi fasilitas yang dibutuhkan. “ Termasuk, fasilitas yang diperlukan SMANOR Jatim, harus segera dilengkapi. Pemerintah, harus memperhatikannya, “ ujar Anggota DPR –RI dari Partai Golkar ini menambahkan.

Ridwan Hisjam setelah berkunjung ke SMANOR, mengatahui SMANOR Jatim faktanya sampai sekarang kekurangan fasilitas latihan. Padahal, kalau berbicara soal prestasi, SMANOR Jatim kenyataannya merupakan telah mampu mengukir banyak prestasi. Bahkan sekolah berkedudukan di Sidoarjo itu selalu menyumbangkan atletnya bagi Kontingen Jatim untuk berlaga di PON. “ Frestasi besar, tapi fasilitas minim . Contohnya, SMANOR Jatim sampai hari ini ungkap Ridwan Hisjam tidak memiliki kolam renang dan lintasan atletik,” katanya.

Lantaran terbentur fasilitas, langkah yang dilakukan SMANOR untuk siswa dan atlet renang ketika waktu latihan renang numpang di kolam renang diluar sekolah. Sedangkan untuk siswa atletik berlatih di Stadion Delta Sidoarjo, yang dikelola Pemkab. Meski fasilitas cekak, dan miskin toch karena dikelola secara professional SMANOR berhasil mencetak atlet berprestasi.

“ Karena Itu kami menghimbau kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk melengkapi seluruh fasilitas sekolah olahraga. Nanti kami akan berdialog dengan Pemerintah pusat dalah hal ini adalah Kemendiknas maupun Kemenpora,” tandasnya.

SMANOR saat ini membina 13 cabang olahraga (cabor). 13 Cabor itu menurut Ketua UPT SMANOR Drs. Zainal Arifin MPd, meliputi, atletik, bola voli pantai, renang, selam, panjat tebing, pencak silat, karate, sepak takraw, judo, sepatu roda, anggar dan tenis meja.Dari ke 13 cabor itu, hanya renang dan atletik yang belum memiliki fasilitas latihan, sedangkan cabor lainnya berlatih digedung indoor. Untuk sepatu roda dan bola voli pantai juga sudah memiliki fasilitas.

Terkait renang dan atletik menurut Zainal Arifin, sebenarnya sudah pernah dimohonkan bantuan anggaran pembangunan kolam renang, bahkan lahan untuk pembangunan kolam renang sudah disiapkan. Sayangnya hingga kini fasilitas itu belum dibangun. “Kami sudah mengajukan dan menyiapkan lahan, tapi hingga kini belum terealisasi,” pungkasnya. (hery)