31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Review Triwulan II BPJS Kesehatan Divisi Regional Jawa Timur

Moelyo WibowoSurabaya, KabarGRESS.com – Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan seluruh penduduk di Indonesia meIalui peningkatan status kesehatan masyarakat, Iebih dari dua tahun sudah BPJS Kesehatan menjalankan perannya sebagai pelaksana program jaminan sosial di bidang kesehatan meIaIui Program Jaminan Kesehatan NasionaI Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Program JKN-KIS merupakan program negara yang dihadirkan untuk memberikan akses finansial kepada seluruh Rakyat Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar mereka di bidang kesehatan. Keberadaan Program ini telah membuka kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan dari segmen manapun, baik yang mampu maupun yang tidak mampu, dari kalangan penerima bantuan iuran, hingga pemilik perusahaan, dengan iuran yang terjangkau,” ungkap Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional Jawa Timur, Moelyo Wibowo, kepada wartawan, Senin (5/9/2016).

“Kita pahami bersama bahwa program ini berlandaskan prinsip gotong-royong, dimana iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Prinsip gotong royong ini hanya dapat terwujud apabiIa seluruh masyarakat bersinergi untuk menjadi Peserta JKN-KIS, sehingga program perIindungan kesehatan ini dapat berjaIan dengan baik,” timpalnya.

Disebutkan Moelyo, hingga Juli 2016, jumlah peserta JKN-KIS yang terdaftar di Propinsi Jawa Timur sejumlah dan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama sejumlah 2.967 yang terdiri dari 2.308 FKTP, 234 rumah sakit, 5 klinik utama, 286 apotek dan IF RS serta 134 optik.

Selain pencapaian tersebut, dalam triwulan terakhir BPJS Kesehatan Divisi Regional Jawa Timur juga telah melakukan beberapa kegiatan yaitu Pelaksanaan Pemeriksaan IVA dan Papsmear dalam upaya mengoptimalisasikan fungsi promotif dan preventif. BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Iriana Joko Widodo, Kementerian Kesehatan dan BKKBN melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Promotif Preventif dengan pemeriksaan IVA dan Papsmear yang dilaksanakan di Kupang, 29 Juli 2016.

Kegiatan tersebut juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia tepatnya di 1.558 titik pelayanan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear. Adapun kegiatan pemeriksaan IVA dan Papsmear ini dilaksanakan untuk mengetahui ataupun mendeteksi adanya kanker leher rahim/kanker mulut rahim. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan juga penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita. Untuk pelaksanaan kegiatan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Jawa Timur. Sampai dengan tahun 2016 (Juli 2016) deteksi dini yang dilakukan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 14.325 peserta, sementara PapSmear berhasil menjangkau 11.434 peserta.

“Pada saat ini BPJS Kesehatan sedang melaksanakan kegiatan distribusi kartu JKN-KIS penambahan peserta PBI APBN tahun 2016. Untuk wilayah Jawa Timur, sampai dengan 5 September 2016, jumlah kartu yang telah berhasil terdistribusi sampai ke end user/peserta sebesar 611.941 atau 62,14 persen dari target distribusi sebesar 984.742 dan sisanya saat masih dalam proses distribusi,” imbuhnya. (ro)