31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

KADIN: Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 2,9%

IMG-20160827-01260-800x600Surabaya, KabarGRESS.com – Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2016 ini diperkirakan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2015. Kondisi ini disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA.

Dalam paparannya “Muhammadiyah dan Kreativitas Bisnis” di acara Dialog Ekonomi “Membaca Ekonomi Muhammadiyah Surabaya & Membentuk Saudagar Muhammadiyah”, pada Sabtu 27 Agustus 2016 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl Sutorejo 73-77 Surabaya, Jamhadi menjelaskan bahwa tahun ini ekonomi dunia akan tumbuh 2,9%, dan tahun 2017 sebesar 3,2%.

Pertumbuhan itu didukung oleh fiskal umumnya lebih longgar dan moneter yang lebih akomodatif di seluruh dunia. Itu dipengaruhi juga kecepatan normalisasi kebijakan moeneter Amerika Serikat dan diharapkan dapat mengurangi ketidakpastia.

“Itu bisa mencegah volatilitas yang berlebihan pada nilai tukar uang dan harga aset. Namun normalisasi itu terjadi kenaikan suku bunga sehingga mendorong perusahaan melakukan investasi. Membaiknya pertumbuhan global juga didasarkan pada pengurangan tekanan ke bawah pada harga komoditas, yang harus mendorong investasi baru,” kata Jamhadi.

Hadir dalam diskusi yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut diantaranya Ketua PP Muhammadiyah Dr Anwar Abbas, MM, MAg yang juga jadi pembicara, Wakil Ketua PD Muhammadiyah, Drs Hamri Al Jauhari, M Pd I, serta perwakilan majelis ekonomi maisng-masing pimpinan cabang Muhammadiyah se Kota Surabaya.

Lebih lanjut Jamhadi memaparkan, dibandingkan dengan tahun 2015, ekonomi dunia saat ini semakin membaik. Sepanjang tahun 2015 lalu, ekonomi dunia mengalami pelemahan permintaan agregat lemah, penurunan harga komoditas dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan pada negara-negara besar.

“Tahun 2015 pertumbuhan dunia diproyeksikan sekitar 2,4%, sedangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan ada peningkatan sekitar 2,8%, dan Indonesia masih tumbuh 4,7% dan Jatim 5,6%, lebih tinggi dari nasional,” jelasnya.

Melihat kondisi ini, Jamhadi meminta kalangan pengusaha terutama pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) agar tidak pesimis menghadapi persaingan. Peluang besar untuk memanfaatkan pasar internasional maish terbuka lebar.

Kepada pengurus Muhammadiyah, Jamhadi memberikan penjelasan bahwa peluang usaha yang bisa dikerjakan yaitu industri kreatif, produk syariah dan halal masih besar peluangnya baik di sektor makanan, minuman perbankan, hotel, rumah sakit, serta sekolah avokasi.

Namun, yang perlu diperhatikan ialah tantangan yang di hadapi pengusaha. Disebutkan Jamhadi, tantangan itu ialah daya saing usaha, birokrasi, tumpang tindih peraturan perundangan terkait dunia usaha, keselarasan dan kecepatan koordinasi pusat dan daerah, logistic cost, infrastruktur, produktivitas dan tenaga kerja. (ro)