31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Watukarung, Pantainya Pantai

Oleh: Asmu’i Subiyantoro, SH

Seorang warga Desa Watukarung berpencaharian mengumpulkan batu-batu pantai yang akan dijual untuk aksesoris aquarium.
Seorang warga Desa Watukarung berpencaharian mengumpulkan batu-batu pantai yang akan dijual untuk aksesoris aquarium.

OMBAKNYA yang selalu gemuruh bergulung-gulung menjulang tinggi, pasirnya yang putih lembut, serta air pantainya yang jerni bak aquarium. Itulah gambaran awal kalau kita berkunjung ke salah satu pantai di Kabupaten Pacitan, tepatnya Pantai Watukarung berlokasi di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Yach, Pantai Watukarung merupakan salah satu destinasi wisata dari 65 pantai yang dimiliki Kabupaten Pacitan. Terletak di arah barat daya dari wilayah Kabupaten Pacitan. Jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih masih berkisar 40 kilo meter. Desa Watukarung merupakan pedesaan berada di pesisir pantai, berada pada ketinggian 75 m di atas permukaan air laut.

Kepala Desa Watukarung, Wiwid Pheni Dwiantari
Kepala Desa Watukarung, Wiwid Pheni Dwiantari

Panjang Pantai 3 Km x 4 mil = 12 MilKm (1 mil laut= 1,854 Km)dengan jarak tempuh dari kecamatan sekitar 14 Km. Jumlah penduduk 1.596 (785 laki-laki dan 810 perempuan) dengan total 553 Kepala Keluarga. Ada beberapa spot wisata yang menjadi unggulan Desa Watukarung, diantaranya Spot Alur Ombo, Spot Kali Cokel, Spot Pantai Kasap, Spot Pantai Mblosok.

Akses jalan menuju ke lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Mengingat belum ada angkutan umum yang khusus menuju lokasi dari jalan raya. Jalan menuju ke lokasi ini sudah baik, aspal halus. Tetapi bagi yang baru pertama kali mendaratkan kendaraan di  jalan ini, anda harus ekstra waspada dengan tikungan yang tajam dam tanjakan yang lumayan curam.

Turis asing menenteng papan selancar untuk surfing.
Turis asing menenteng papan selancar untuk surfing.

Pantai ini memiliki eksotika pemandangan laut yang menakjubkan. Perpaduan batu besar yang ada di laut dan pasir putih yang terhempas sepanjang pantai membuat para pengunjung betah untuk berlama lama-lama disini. Selain dikenal dengan pasir putihnya, Pantai Watukarung juga menjadi incaran para pelancong untuk bermain surfing karena alunan ombaknya yang cukup besar. Banyak pesurfing yang bermain disana, menunggu ombak tinggi menggiring papan selancar yang mereka injak.

Ada fasilitas pos pantau juga jogging track. Pedagang-pedagang tampak berjejer di sepanjang pinggir pantai. Kepengin camilan apa tersedia, dan jangan lupa minum es kelapa muda yang bakal menambah kesegaran menikmati indahnya alam pantai. Dan kalau kita melihat ke dalam air di pinggiran pantai, ikan-ikan kecil yang melintas terlihat jelas ikut terbawa oleh sapuan ombak dari tengah laut.

Paul Streiff dan Climentine Marais berasal dari Perancis menikmati nasi goreng telor ceplok.
Paul Streiff dan Climentine Marais berasal dari Perancis menikmati nasi goreng telor ceplok.

Turis asing banyak yang menikmati pantai ini. Penulis sempat wawancara dengan Paul Streiff dan Climentine Marais berasal dari Perancis. Mereka tahu tentang Pantai Watukarung dari browsing di internet. “Sebelumnya kami ke Pantai Pangandaran di Jawa Barat. Dan sudah seminggu di Pantai Watukarung ini,” tutur Paul yang berprofesi sebagai dokter.

Menurutnya, suasana pantai Watukarung sangat eksotik. Masih alami dan bersih. Dia berharap akan bisa menikmati suasana Pantai Watukarung di liburan-liburan mendatang. “Saya suka nasi gorengnya. Enak dan masyarakatnya ramah-ramah,” tukasnya.

Penulis foto bersama Elena, turis asal Perancis.
Penulis foto bersama Elena, turis asal Perancis.

Sementara itu, Elena yang juga berasal dari Perancis, mengaku sudah hampir seminggu menikmati Pantai Watukarung. Selain suka surfing, Elena juga memang suka jalan-jalan. “Sebelum ke Pantai Watukarung, saya bersama kawan liburan di Yogyakarta,” ujar guru bahasa Inggris di negerinya tersebut.

Elena mengaku sangat takjub dengan ombak di Pantai Watukarung yang besar dan indah. Udara dan alam yang masih bersih juga menjadi pelengkap liburannya bersama teman-teman. “Saya tahu lokasi ini dari teman saya,” katanya sambil menunjuk salah satu temannya yang sedang berjemur di pasir.

Watukarung - pantai yang eksotikWatukarung - jerninya air di Pantai Watukarung bak air aquarium 2

Jerninya air Pantai Watukarung bak air aquarium.
Jerninya air Pantai Watukarung bak air aquarium.

Kepala Desa Watukarung, Wiwid Pheni Dwiantari, kepada penulis mengungkapkan visi desanya adalah menata, mengelola dan mengoptimalkan potensi yang ada dalam rangka mewujudkan pariwisata berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Banyak usaha masyarakat yang akhirnya bermunculan seiring banyaknya pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, diantaranya usaha home stay (rumah singgah).

“Sejauh pengamatan saya, hal tersebut dapat menambah penghasilan masyarakat yang kebetulan memilikinya selain memang sebagai bentuk kelengkapan fasilitas pendukung pariwisata. Bahkan ada home stay yang sehari berpenghasilan hingga mencapai Rp8 juta,” katanya.

Watukarung - Ibu-ibu PKK Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan sedang berkegiatan seni karawitan 2

Kesenian karawitan yang dilestarikan ibu-ibu PKK Desa Watukarung.
Kesenian karawitan yang dilestarikan ibu-ibu PKK Desa Watukarung.

Menurut Wiwid yang asli Pacitan ini, ada beberapa kearifan budaya lokal yang terus dikembangkan dan dijaga masyarakat desanya, diantaranya bersih desa, seni karawitan, seni ketoprak, Wilujengan Muharram, Langen Beksan. “Seni karawitan, langen beksan dan ketoprak menjadi sajian di home stay selain diadakannya pagelaran secara periodik. Dan pada setiap kegiatan tersebut, kami mengundang wisatawan manca negara agar mereka tahu budaya lokal yang ada di Watukarung,” terangnya.

Watukarung - seni tari yang dilestarikan warga Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan 2

Seni tari yang dilestarikan Desa Watukarung.
Seni tari yang dilestarikan Desa Watukarung.

Apa yang menjadi kendala sejauh ini? Wiwid menegaskan atas peran dan komitmen pemerintah desa terhadap pengembangan pariwisata Watukarung. Karena selama ini hanya terbatas pada kemampuan Pemdes dengan keterlibatan masyarakat dalam menatanya. “Padahal obyek wisata Pantai Watukarung masuk dalam retribusi yang di Perdakan. Peran Disparpora Kabupaten kurang. Hanya Klayar dan Klayar saja padahal Watukarung mendunia lo…! Dalam pembuatan rencana pengembangan pariwisata tentunya Pemdes dilibatkan agar apabila ada program yang masuk tidak tumpang tindih. Ini jika kita melihat dari sisi kontribusi Dinas terkait dalam pengembangan wisata di Watukarung,” tandasnya.

Ditambahkan Wiwid, yang perlu masyarakat tahu bahwa Watukarung berkembang sampai seperti ini adalah bagian bentuk partisipasi/pemberdayaan masyarakat. “Yang dalam kegiatan pengembangannya tentunya harus sistematis terencana sesuai dengan Konsep Pengembangan Pariwisata yang saya buat ketika awal saya menjabat Kepala Desa,” imbuhnya. (***)