31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa Ubaya Buat ELMAN Perahu Bertenaga Solar Cell

Mahasiswa Ubaya Buat ELMAN Perahu Bertenaga Solar Cell 1Surabaya, KabarGRESS.com – Energi alternatif memang sudah banyak diaplikasikan namun kebanyakan masih digunakan untuk moda transportasi darat. 4 Mahasiswa Jurusan Teknik Manufaktur dan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya, merancang kapal bertenaga surya degan bahan body yang sama digunakan pada kapai sungai pada umumnya. Prototype yang diberi nama ELMAN ini didemokan di Kantin PF dekat Fakultas Psikologi Lantai 1, Kampus II Ubaya Tenggilis Jln. Raya Kalirungkut Surabaya, Selasa (23/8/2016).

Empat mahasiswa tersebut adalah Avid Christa Nugraha dan Chandra Tantono yang keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Manufaktur angkatan 2013, serta Reynaldi Johan dan Ariel Valentino mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2013.

“Ide awal membuat kapal ini karena kami merencanakan untuk mengikuti lomba Marine Icon 2016 yang bertema Eco Solar Boat. Melihat dari tema tersebut kami ingin membuat kapal yang ringan tetapi tetap dapat bekerja dengan baik. Dengan menciptakan kapal yang menggunakan cahaya matahari sebagai bahan bakarnya. Dengan begitu ini akan jadi solusi dalam kelangkaan BBM di Indonesia,” ujar Avid Christa, salah satu anggota kelompok.

Meskipun menggunakan konsep baru yaitu dengan adanya  penggunaan solar cell / panel surya sebagai supply boat,  Tim Ubaya, tidak mendapatkan kesulitan dengan penggunaan solar cell tersebut. Hal ini dikarenakan mereka telah mempelajari konsep serta perhitungan dalam mengaplikasikan solar cell.  Terbukti dengan waktu pembuatan selama 1 bulan, mereka dapat meraih posisi ketiga dalam kompetisi Marine Icon 2016.

Mahasiswa Ubaya Buat ELMAN Perahu Bertenaga Solar Cell 2Kolaborasi antara mahasiswa beda jurusan ini menghasilkan kapal yang sangat indah. Mahasiswa Teknik Elektro memiliki peranan penting pada rangkaian elektronik dan sistem kontrol dari kapal yang dibuat, sedangkan mahasiswa Teknik Manufaktur  juga berperan penting dalam mendesain kapal yang stabil, ringan, dan dengan pergerakan lincah.  Dibantu dengan tim desain Teknik Elektro,  kapal yang  diberi nama ELMAN ini juga mampu meraih best design dan juara 3 untuk kategori Solar Boat dalam kompetisi Marine Icon 2016 dengan menghabiskan biaya pembuatan sebesar Rp4.000.000.

Kapal yang diberi nama ELMAN ini memiliki ukuran 75 cm x 25 cm dan terdiri dari beberapa komponen, seperti hole/lambung kapal, propeler, ruder, motor, panel surya, dan komponen kelistrikan. Untuk bahan dari tubuh kapal ini menggunakan lapisan fiber agar lebih kuat saat terjadi benturan dan mengurangi kemungkinan terjadinya kebocoran. Kapal ini di desain seringan mungkin agar tidak membebani kinerja motor dan dapat bermanufer dengan baik saat di air. Desain yang dibuat pun berbeda dari kapal solar cell lainnya. Kapal ini di desain dengan bentuk depannya dibuat runcing dan di bagian lambungnya di beri garis-garis timbul agar dapat membantu memecah air saat melaju kencang sehingga tenaga dari mesin tidak terbuang sia-sia.

“Yang membuat kapal ini berbeda dari kapal tenaga surya lainnya adalah kami menggunakan 28 buah panel surya berukuran 5×5 cm sehingga dapat banyak menyerap energi matahari, serta bahan body kapal dan desainnya kami buat sesuai seperti kapal yang digunakan di sungai pada umumnya. Kami memilih menggunakan desain seperti bentuk aslinya karena kami ingin kedepannya perahu ini dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat digunakan oleh masyarakat,’ ujar Chandra Tantono.

Cara kerja kapal ini adalah sinar matahari diubah menjadi energi listrik, lalu energi itu disimpan dalam batere khusus dan akhirnya digunakan menggerakkan propeller pada kapal. Panel surya akan mengubah panas matahari menjadi tenaga listrik. Lalu, energi tersebut disimpan dalam baterai berkapasitas 7 kilowatt. Tenaga listrik itulah yang digunakan sebagai bahan bakar mesin untuk menggerakkan propeller atau baling-baling perahu. Kapal dengan tenaga surya ini bisa dibilang hemat dan cukup efisien. Kapal itu membutuhkan energi yang sangat sedikit. Hanya dengan 7 volt mampu melaju dengan kecepatan 1.474 knot atau sama dengan 2,73 km/jam.

“Yang membuat kapal ini berbeda dari yang lain adalah kapal ini dapat dibilang tangguh karena kami menggunakan banyak solar panel yang sekaligus kami desain sebagai atap kapal, sehingga dengan desain seperti itu akan banyak energi matahari yang dapat diserap dan membuat kapal melaju lebih lama. Sebagai dosen pembimbing, saya berharap agar produk ini dapat direalisasikan di masyarakat. Selain itu, saya berharap dimanapun nantinya mereka bekerja, mereka tetap dapat menghasilkan sebuah karya yang mengandalkan sumber daya alam menjadi sebuah energi terbarukan,” ungkap Elieser Tarigan, Ph. D., selaku dosen pembimbing. (ro)