31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Tanggapi Aksi Demo Driver GOJEK, Dewan Panggil PT. GI

Tanggapi Aksi Demo Driver GOJEK, Dewan Panggil PT. GISurabaya, KabarGress.Com – Hari ini (22/8/2016) DPRD kota Surabaya memanggil salah satu perwakilan PT. GI (Gojek Indonesia) yang beroperasional di Surabaya untuk melakukan hearing (dengar pendapat) di gedung DPRD kota Surabaya.

Pemanggilan ini dilakukan lantaran menanggapi aksi demo yang dilakukan pengemudi GOJEK beberapa hari yang lalu di gedung dewan soal penurunan tarif harga yang dinilai merugikan driver GOJEK.

Salah satu perwakilan PT. GI Surabaya, Arnold mengungkapkan memang saat ini perusahaan GOJEK sedang menurunkan tarif harga buat para penumpang GOJEK agar masyarakat semakin berniat untuk menggunakan ojek motor tersebut.

“Kita untuk saat ini terserah dari kantor pusat, kami disini (Surabaya) kan hanya cabang jadi soal prosedur apapun itu kantor pusat yang menentukan. Kami juga akan minta bimbingan dari pemerintah ,” ungkapnya.

Arnold juga mengakui, untuk saat ini pihak perusahaan GOJEK di Surabaya yang terletak di jalan Tidar tersebut selama ini tidak mempunyai ijin operasional secara resmi dari pemerintah kota Surabaya.

“Tapi kami sekarang masih dalam proses mengurus ijinya. Kami juga akan meminta bimbingan kepada DPRD ini untuk hal ini, kami juga akan nurut prosedur dari pemerintah Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD kota Surabaya, Armuji mengatakan akan memerintahkan Satpol PP untuk segera menyelidiki soal ijin operasional dan ijin penggunaan bangunanya, jika tidak segera di urus, politisi asal fraksi PDIP ini tidak segan untuk menutup perusahaan tersebut.

“Memang mereka (perusahaan gojek) tidak ada ijinya bodong semua, makanya saya akan menyuruh satpol PP untuk menyelidiki ini,” tegasnya.

Selain itu, politisi empat periode ini juga menyoroti soal Suspend (pemberhentian sepihak) yang dilakukan oleh pihak perusahaan GOJEK yang dianggap meresahkan pengemudi GOJEK.

“Dia (perusahaan GOJEK) itu tidak boleh seenaknya seperti itu, seharusnya jika ada suspend pihak perusahaan harus ada pemberitahuan terlebih dahulu,” pungkasnya. (tur)