31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Jelang HUT ke-103, Sampoerna Gelar Latihan & Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Malang

Jelang HUT ke-103, Sampoerna Gelar Latihan & Simulasi Tanggap Darurat Bencana di MalangMalang, KabarGRESS.com – Teruntai dari belasan ribu pulau, Indonesia dilingkari jalur gempa paling aktif di dunia, yaitu Cincin Api Pasifik. Saat ini, Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, dan 19 di antaranya terletak di Jawa Timur[1]. Potensi erupsi pun senantiasa mengintai provinsi berpopulasi 38 juta jiwa ini.

Maka dari itu, langkah-langkah mitigasi untuk meminimalisir risiko bencana di Jawa Timur sangat penting untuk dilakukan. Salah satunya meliputi pelatihan tanggap darurat yang merupakan elemen penting dari kegiatan pengendalian risiko yang bersifat pro-aktif sebelum terjadinya bencana.

Pada tanggal 12-13 Agustus, bertepatan dua minggu menjelang ulang tahun ke-103, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui payung program Sampoerna untuk Indonesia, melakukan latihan dan simulasi tanggap darurat bencana di Desa Pandansari, Ngantang, Malang. Ketika Gunung Kelud –gunung berapi dengan karakteristik letusan yang eksplosif, meletus pada 2014, Desa Pandansari di Ngantang, yang berjarak 7-10 kilometer dari Kawah Kelud, terkena dampak paling parah.

Pada acara ini, Sampoerna bekerja sama dengan Mitra Produksi Sigaret – KUD Sumber Makmur Ngantang Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Malang. Lebih dari seratus warga turut serta dalam latihan dan simulasi tanggap darurat bencana. Mereka menerima pelatihan manajemen tanggap darurat bencana, langkah-langkah antisipatif yang efektif penanggulangan bencana, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Sampoerna juga turut membantu pendirian organisasi Masyarakat Tanggap Bencana. Organisasi ini disahkan oleh BPBD Malang pada saat acara. Selanjutnya, organisasi ini akan memiliki tiga kelompok tugas, yakni evakuasi warga, P3K, serta bantuan umum yang meliputi penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Sebagai tahap awal, organisasi akan memiliki pos tanggap darurat bencana yang dibangun oleh Sampoerna di atas lahan seluas 16 meter persegi. Pos ini akan dilengkapi peralatan dasar penanggulangan bencana, alat komunikasi, dan lainnya.

Tak hanya itu, Sampoerna juga akan menggelar aksi sosial berupa pengobatan gratis terhadap 300 warga sekitar. Hal ini bertujuan untuk membantu menjaga kesehatan para warga di Kecamatan Ngantang.

Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna Henny Susanto mengatakan, “Sampoerna selalu berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan perusahaan. Di Sampoerna kami percaya untuk tidak hanya menjalankan bisnis dengan baik, tetapi juga untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi positif kepada seluruh pemangku kepentingan kami.”

Terkait HUT ke103 Sampoerna, Henny menambahkan, “Kami bersyukur dan bangga bahwa perusahaan kami telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama 103 tahun. Kehadiran Sampoerna selama lebih dari 100 tahun merupakan bukti dari komitmen dan konsistensi perusahaan sebagai salah satu wargausaha Indonesia yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Budaya dan kearifan lokal yang senantiasa dijunjung oleh Sampoerna juga tercermin pada berbagai inisiatif bisnis maupun sosial yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, mitra usaha dan masyarakat sekitar.” (ro)