31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Terkendala Perijinan, SUTT Hanya Sebatas Wacana Saja

Pinto RSurabaya, KabarGRESS.com – PT PLN Distribusi Jatim belum akan membangun Jaringan Listrik Bawah Tanah atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Hal itu disampaikan Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, ketika dikonfirmasi, Jumat (12/8/2016).

Menurut dia, wacana yang ada sejak beberapa tahun yang lalu tersebut hingga sekarang masih dalam tahap perencanaan. “Saat ini pembangunan SUTT bawah tanah ini masih terbentur di perijinan sehingga masih belum ada kepastian terkait perencanaan pembangunan tersebut,” terangnya.

Ia mengimbuhkan, jika berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat membangun Jaringan Listrik Bawah Tanah atau SUTT tersebut. Namun semua upaya yang telah dilakukan tersebut masih terbentur beberapa ijin. “Diantaranya ijin dari pihak PT Angkasa Pura yang juga berencana membangun runway baru di Juanda,” ujar Pinto.

Wacana SUTT bawah tanah ini sudah ada sejak tahun 2008 yang lalu, jauh sebelum PT Angkasa Pura berencana membangun runway baru.

Sebenarnya, Jaringan Listrik Bawah Tanah atau SUTT ini diperuntukkan untuk menyalurkan listrik dari Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Grati) di wilayah Pasuruan menuju ke Gardu Induk Wonorejo, Surabaya selatan. Jaringan tersebut diprediksi bakal membawa listrik sebesar 150 kilo volt (KV).

Dijelaskan kembali olehnya, selain terhambat pembangunan runway yang ada di Bandara Juanda, pembangunan SUTT bawah tanah juga dikhawatirkan dapat mengganggu aktifitas penerbangan di Bandara Juanda. “Hingga kini, kami masih mencari mekanisme atau solusi mengenai hal ini,” tukasnya.

Meskipun masih belum jelas terkait kapan pembangunannya, PT PLN sudah pernah melakukan pembebasan lahan di beberapa titik di wilayah tersebut. Lahan-lahan tersebut sebenarnya akan digunakan untuk pembangunan tower. Perlu diketahui, terkait kelanjutan pembangunan SUTT tersebut, PT PLN Distribusi Jawa Timur masih menunggu pembicaraan lebih lanjut antara pemerintah Propinsi Jawa Timur dan pihak PT Angkasa Pura. (ro)