Mensos Khofifah Indar Parawansa Resmikan e-Warung

IMG_20160806_150206-1280x720Surabaya, KabarGress.com – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan e-Warung, di kawasan Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Sabtu (6/8/2016). Program Kementerian Sosial meluncurkan layanan e-Warung Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan layanan jual beli sembako, yang pembeliannya tidak menggunakan uang tunai. e-Warung berbasis kartu hampir sama penggunaannya dengan ATM.

“Melalui layanan ini, tak ada potongan, maupun kualitas produk barang yang lebih rendah. Penerimaannya dalam bentuk e-payment, sejumlah nilai yang dikonversikan dalam e-warung. Harapannya tepat sasaran, tepat waktu dan jumlah serta terjangkau,” terangnya, di sela-sela acara.

Khofifah mengatakan, melalui layanan ini, ada 4 item bantuan sosial yang bisa disinergikan, seperti pupuk, elpiji, beras (Raskin dan Rastra) dan Program Keluarga Harapan. Untuk itu di dalam e-voucver nantinya terbagi menjadi beberapa rekening, yaitu rekening raskin, rekening PKH yang mendapat bantuan 3 bulan sekali sekitar Rp300 ribuan. E-Voucher raskin hanya dapat ditukarkan seperti sembako dan tidak dapat di uangkan, namun untuk PKH bisa diuangkan. “Kita akan koordinasikan bantuan listrik bersubsidi pada peluncuran berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, dengan mengintegrasikan bantuan sosial melalaui e-Warung, memudahkan bagi masyarakat miskin yang mempunyai warung elektronik, karena Market Cap, atau Kapitalisasi pasarnya teregistrasi.  e-Warung yang didirikan Kemensos mempunyai badan hukum, yang namanya Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera. Dengan adanya badan hukum, dijamin tak akan kolaps, karena ada bimbingan teknis dari Bank Pemerintah terkait

“Di Jatim, BNI, akan mengecheck setiap bulan, manajerialnya, kertas print outnya dan sebagainya,” ujarnya.

Khofifah menyebutkan besaran bantuan sosial yang terkonvensi pada program e-Warung per kepala keluarga tergantung pada kondisi masing-masing. Jika penerimanya PKH, besarnya bantuan mencapai Rp1,2 Juta jika mempunyai balita, atau Rp1 juta apabila memiliki anak usia SD-SMA. “Namun untuk raskin atau rastra Rp110 ribu,” paparnya.

Kemensos menargetkan tahun ini berdiri 300 e-Warung. Apabila setiap PKH menurut Khofifah bisa mengkover 1.000 penerima PKH, maka tahun ini ada 300 ribu penerima PKH yang terkonversi dalam program ini.

“Tahun depan target kita 3.000 e-Warung, maka ada 3 juta penerima PKH yang terkonversi dalam rekening,” katanya.

Pada peluncuran program e-Warung, dihadiri menteri BUMN, Rini Soemarno, anggota DPR RI, Arzeti Bilbina dan Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Dalam sambutannya, Wakil Walikota, Whisnu Sakti Buana, mengatakan dukungannya pada program e-Warung KUBE-PKH. Ia berharap dengan program tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota Surabaya.

“Awal tahun ini saja, pertumbuhan ekonomi kita sudah naik hingga 6 persen,” terangnya.

Whisnu mengungkapkan, pertumbuhan sektor UKM di Surabaya cukup menggembirakan, hingga saat ini jumlah UKM yang dikelola masyarakat mencapai 3.000-an. Untuk mendorong perkembangannya, pemerintah kota telah memfasilitasi para pelaku ekonomi tersebut dengan berbagai fasilitas yang berbasis tehnologi informasi.

“Pelaku UKM diberi pelatihan internet gratis, agar bisa memasarkan produknya melalui  jaringan tersebut,” pungkasnya. (ro)

Leave a Reply


*