31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Ekonomi Jatim Tumbuh Sesuai Prediksi Bank Indonesia

Surabaya, KabarGRESS.com – Perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,62% (yoy) pada Triwulan-II 2016 sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia Jawa Timur sebelumnya. Pertumbuhan pada triwulan II-2016 lebih tinggi dibandingkan triwulan-I 2016 (5,5% yoy)*) dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional (5,2%, yoy). Ekonomi Jawa Timur menyumbang 14,77% terhadap nasional.

Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Timur, Taufik Saleh, mengungkapkan di sisi permintaan, akselerasi perekonomian Jatim utamanya didorong oleh meningkatnya konsumsi swasta maupun pemerintah dan kinerja ekspor yang membaik. Peningkatan konsumsi swasta dipengaruhi oleh kenaikan permintaan masyarakat seiring dengan libur sekolah dan Ramadhan sebagaimana tercermin pada kenaikan indeks omset riil hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia dan Indeks Tendensi Konsumen BPS. Selain itu, koreksi harga BBM dan tarif listrik pada triwulan II-2016 turut menopang peningkatan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, kenaikan konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan belanja operasional Pemerintah Pusat melaui APBN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaui APBD. Beberapa di antaranya yaitu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), pembayaran gaji ke 13, dan pembiayaan proyek-proyek Pemerintah di Jawa Timur.

Sedangkan, kinerja ekspor Jawa Timur turut meningkat, didorong masih tingginya permintaan perhiasan dari Swiss dan perbaikan ekspor ke Amerika Serikat Di sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didorong oleh kinerja sektor pertanian dan perdagangan. Meningkatnya kinerja sektor pertanian turut ditopang oleh panen raya beras pada triwulan II-2016 sebagi dampak bergesernya musim panen yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino tahun sebelumnya. Sementara, peningkatan kinerja perdagangan sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat yang didorong
oleh kenaikan permintaan sejalan dengan libur sekolah dan bulan Ramadhan.

Namun, Investasi di Jawa Timur relatif melambat sebesar 6,4% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya (8,0% yoy), namun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (5,3% yoy). Perlambatan kinerja investasi pada periode ini ditengarai didorong oleh perlambatan investasi oleh sektor swasta, khususnya di sektor industri pengolahan.

“Ke depan, KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III 2016 akan tetap kuat, didorong oleh peningkatan konsumsi swasta sejalan dengan inflasi yang tetap terjaga, perbaikan investasi dibandingkan triwulan II-2016, serta terjaganya kinerja eskpor dalam negeri,” jelasnya.

Peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap kuat, didorong oleh masih terjaganya stimulus fiskal khususnya implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Sementara itu, percepatan implementasi Paket Kebijakan Pemerintah untuk mendorong daya saing dan memperbaiki iklim investasi diharapkan dapat mendorong kinerja investasi. Di sisi lain, pelonggaran kebijakan moneter dan makropudensial yang telah ditempuh secara konsisten diharapkan dapat turut memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. (ro)