31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Dinas Koperasi Bakal Renovasi Pasar Tradisional Jambangan

20160504_121654-240x427Surabaya, KabarGress.Com – Dinas Koperasi dan UKM kota Surabaya bakal merenovasi pasar tradisional yang terletak di kawasan jambangan. Pasalnya, pasar tersebut sudah lama tidak ditempati dan ditinggal oleh para pedagang lantaran sepi pengunjung dan terlihat kumuh.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya, Hadi Mulyono mengatakan bahwa terkait mangkraknya pasar Tradisional Jambangan tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan penataan kembali pasar tersebut.

” Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk mendata kembali para pedagang dan selanjutnya kami akan melakukan penataan kembali agar pasar tersebut bisa aktif kembali” ujarnya selasa (2/8/2016).

Hadi menambahkan pihaknya mengakui bahwa selama ini pasar tersebut mangkrak karena disebabkan banyak hal diantaranya sepinya pembeli, dan banyaknya pasar-pasar disekitarnya.

“Memang selama ini para pedagang enggan berdagang dipasar tersebut mereka mengeluh sepinya pembeli, serta banyak pasar-pasar yang tamai disekitarnya seperti di Kebonsari. Jadi, untuk itu pasar tersebut akan kami tata ulang”imbuhnya.

Terkait kondisi pasar yang bangunannya banyak yang rusak, ia memastikan bahwa pihaknya akan melakukan renovasi setelah adanya kepastian data pedagang yang mau menempati dan berjualan di pasar tradisional tersebut.

” Untuk bangunan yang rusak kita akan melakukan renovasi namun setelah adanya kepastian pedagang yang bakal menempati pasar tersebut”ujarnya.

Masih, menurut Hadi untuk bangunannya memang yang membangun dulu adalah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, pihaknya hanya mendata dan mengawasi aktivitas pasar tersebut.

” yang membangun dulu DCKTR, tapi kami akan melakukan renovasi agar bangunannya bagus kembali, dan pedagang mau berjualan kembali”pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan dilokasi kondisi pasar memang banyak yang rusak terlebih dilantai dua yang kosong mlompong dan terlihat kumuh sejak ditinggal oleh para pedagang. (tur)