31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BI Anggap Media Stakeholder Penting Percepat Sosialisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Edukasi Keuangan SyariahMalang, KabarGRESS.com – Bank Indonesia menempatkan media, baik cetak, elektronik, serta online sebagai stakeholders penting khususnya dalam percepatan sosialisasi ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat. “Melalui kegiatan edukasi kuangan syariah kepada para awak media ini, kami berharap dapat meningkatkan wawasan terkait konsep ekonomi dan keuangan syariah,” ungkap Kepala Devisi Pengembangan Ekonomi BI KPw Jatim, Budi Widhihartanto, di sela-sela acara Edukasi Keuangan Syariah yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Jawa Timur, di Malang, Jumat (29/7/2016).

Lebih jauh dikatakan Budi, media berperan sangat strategis dalam upaya percepatan pemahaman antara konsep ekonomi konvensional dengan ekonomi syariah. “Lewat media, sosialisasi akan tersampaikan secara cepat dan tepat,” tandasnya.

Di Jawa Timur sendiri, kata Budi, pertumbuhan ekonomi syariah dalam pembiayaan sebesar 5,75 persen dengan pertumbuhan aset 8,54 persen. Paling tinggi pertumbuhannya, di modal kerja sebasar 11,9 persen. “Aset Syariah di Jatim per Juni sebesar Rp26 trilliun, dan Pembiayaan sebesar Rp21 Trilliun,” jelasnya.

Acara tersebut menghadirkan 3 narasumber, diantaranya Dr. Chan Zaki yang tampil di hari pertama. Pakar ekonomi syariah ini mengatakan, penerapan pengelolaan keuangan syariah di Indonesia diakui tidak mulus, meski memiliki nilai-nilai kejujuran, keadilan dan kesejahteraan masyarakat yang bukan hanya untuk umat muslim, tapi juga non muslim.

Gerakan ekonomi syariah ini dimulai tahun 1990 dengan pembentukan Bank Muammalat, disusul UU dengan dikeluarkan dual banking system. Ekonomi syariah ini digagas, karena pengelolaan ekonomi secara konvesional terbukti banyak merugikan, sebab tidak adanya aturan main untuk mensejahterakan umat secara bersama dan kejujuran.

Seperti diketahui, penerapan pengelolaan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih kalah jauh dibanding Malaysia. Negara tetangga tersebut berhasil menempati peringkat teratas, sementara Indonesia masih di urutan 9. “Indonesia tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk mengaplikasikan pengeloaan keuangan syariah. Harus ada gerakan bersama-sama serta butuh effort besar,” papar Dr. Chan Zaki, Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur, Jumat (29/7/2016).

Kepala Devisi Pengembangan Ekonomi BI KPw Jatim, Budi Widhihartanto, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan wawasan wartawan terkait konsep ekonomi dan keuangan syariah, dengan harapan bisa mendukung percepatan pemahaman antara konsep ekonomi konvensional dan syariah. “Media merupakan stakeholders penting bagi Bank Indonesia. Melalui media, kami berharap informasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah bisa tersampaikan dengan tepat dan cepat pada masyarakat,” tandasnya.

Acara khusus dengan peserta wartawan ekonomi se-Surabaya dan Malang selama 2 hari ini dibuka dan ditutup Kepala Devisi Pengembangan Ekonomi BI KPw Jatim, Budi Widhihartanto.

Ditambahkan, acara edukasi tentang ekonomi syariah ini juga ditandai dengan pembentukan Pokja Pewarta BI Jatim, yang akhirnya melahirkan M. Ali dari Harian Bhirawa sebagai ketua Pokja. (ro)