31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

DR. Rudjito: Banyak Bekerja, Banyak Bicara, Banyak Hasilnya

Bedah Buku dan Peluncuran Buku ‘Be An Optimist!’

DR. Rudjito- Banyak Bekerja, Banyak Bicara, Banyak HasilnyaJakarta, KabarGRESS.com – Menjadi bankir yang tumbuh di masa sebelum krisis dan pada saat krisis dan menjadi besar pada pasca krisis adalah sebuah proses yang butuh kegigihan dalam bekerja agar mampu melampaui tahapan tersebut. DR. Rudjito, bankir professional telah membuktikan mampu. Dalam bukunya Be An Optimist! tergambar sosok Rudjito adalah pekerja keras, disiplin, teguh dan berdedikasi tinggi.

Yayasan Harapan Mulya Insani (YAHMI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan keluarga almarhum DR. Rudjito hari ini menggelar bedah buku sekaligus peluncuran buku ‘Be An Optimist!’ di Gedung BRI 1, Sudirman, Jakarta. Hadir dalam acara bedah buku Baridjussalam Hadi, Ketua YAHMI; Asmawi Syam, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.; Fuad Bawazir, Krisna Wijaya dan Djoko Retnadi sebagai pembicara dan moderator bedah buku, beserta keluarga alm. DR. Rudjito.

“Buku Be An Optimist! ini merupakan impian Papa sejak beberapa tahun terakhir usianya, khususnya sejak masa pensiunnya. Inilah wujud dari sifat Papa yang selalu ingin berbagi ilmu maupun pengalaman kepada lingkungan sekitarnya. Lebih dari 40 tahun bersama beliau, Papa telah memberikan contoh pada kami, sebagai pekerja keras, usaha tanpa pamrih dan putus asa hingga kami hidup berkecukupan,” ujar Eva Arisuci Rudjito, putri pertama dari alm. DR. Rudjito.

“Menjadi guru yang baik, tercermin jelas di moto buku Be An Optimist! – Banyak bekerja – Banyak Bicara. Kedua hal tersebut ada pada sosok Rudjito. Tidak hanya itu, Rudjito adalah bankir professional peletak dasar kemajuan BRI, tergambar jelas dari motonya yaitu Banyak Hasilnya, “ ujar Asmawi Syam, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk..

Sebelum peluncuran buku, pihak YAHMI melakukan kegiatan bedah buku yang membahas tentang learnings yang bisa diambil dari pengalaman hidup alm. DR. Rudjito yang bermanfaat buat dunia perbankan saat ini dan yang akan datang, pun juga memetik pelajaran dari kepemimpinan beliau. Hadir sebagai salah satu pembicara Fuad Bawazier pada acara bedah buku, diceritakan bahwa sosok DR. Rudjito adalah The Right Man in the Right Place.

“Saat itu saya memberikan dukungan yang positif ketika Rudjito melakukan fit and proper test di Bank Indonesia untuk kandidat pimpinan BRI. Rudjito mampu menjadi pimpinan dimana saja karena beliau itu pekerja keras, disiplin dan serius. Sifat-sifat itu sudah kelihatan sejak mahasiswa. Saya melihat cara kerjanya melahirkan suatu prestasi yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Kenapa? Karena Rudjito menekuninya secara tulus,” ungkapnya.

“Buku DR. Rudjito ini memberikan pencerahan kepada kita semua sebagai bankir. Hasil capaian jerih payahnya tidak diragukan lagi, tercermin dari kinerja keuangan tahun 2000-2005; BUMN of The Year di tahun 2003 dan menjadi Bank yang go public. DR. Rudjito tumbuh pada masa sebelum kriris dan pada saat krisis serta menjadi besar pada pasca krisis tahun 1998 lalu. Ditengah lesunya perekonomian saat itu, BRI dibawah kepemimpinan DR. Rudjito terus meningkatkan akselerasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Percepatan penyaluran KUR merupakan langkah krongket BRI menggulirkan paket kebijakan ekonomi pemerintah agar sektor perbankan dan usaha mikro semakin bergairah. Layak jika beliau menjadi sosok yang aspirasional, karena beliau banyak bekerja, banyak bicara dan banyak hasilnya,” ujar Baridjussalam Hadi, Ketua Yayasan Harapan Mulya Insani (YAHMI).

YAHMI merupakan sebuah yayasan yang didirikan oleh DR. Rudjito bersama Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1990. Yayasan ini didirikan guna merintis BPRS Harta Insan Karimah (HIK) pada 1993. Pada perkembangannya, BPRS dibawah kepemimpinan DR. Rudjito bertumbuh dengan sangat baik, sehingga total asset konsolidasi dari 7 BPRS HIK per 30 Juni 2016 sebesar Rp 1,680 triliun, serta dividen dari hasil keuntungan saham yang dibagikan rata-rata 18% per nominal saham setiap tahunnya.

B. Heri Yulianto, selaku penulis Buku DR. Rudjito “Be An Optimist!” menjelaskan, perihal proses penulisan buku ini yang dianggapnya gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Kenapa? Karena harus membolak-balik naskah dan hilir mudik ke narasumber yang berkait langsung dengan tokoh utama. Kurang lebih sebulan ketika proses diskusi berlangsung, beliau meninggal dunia. Dari sekian banyak narasumber yang kami temui, ada satu kesamaan pandangan terhadap sosok Rudjito, yakni pandangannya terhadap nilai-nilai membangun usaha yang prudent dan aturan main, adalah salah satu jalan agar bank tetap bertahan di masa sesulit apapun.

Buku ini juga mengajak pembaca untuk memiliki pendidikan akhlak dan beribadah. Usaha yang keras dibarengi dengan akhlak budi pekerti yang baik dan terus melakukan ibadah akan melahirkan sosok pimpinan yang jujur dan amanah. Kami anggota keluarga yang ditinggalkan berharap mampu meneruskan jejak kebaikan Papa untuk kemaslahatan banyak orang.

Menutup keterangan press release, Uci menyampaikan terima kasih. “Terima kasih kami kepada semua pihak yang terlibat membantu mewujudkan buku ini. Bagi kami yang ditinggalkan, isi buku ini merupakan kenangan masa hidup beliau. Semoga memberikan manfaat.” (ro)

Teks foto: (foto dari kiri-kanan) Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Asmawi Syam (kedua dari kiri), membaca buku DR. Rudjito bersama Ketua Yayasan Harapan Mulya Insani (YAHMI), Baridjussalam Hadi (kedua dari kanan), dan Putri Pertama alm. DR. Rudjito, Eva Arisuci Rudjito di Kantor Pusat Gedung BRI 1, Jakarta (28/7).