31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Masduki Minta Pemkot Segera Verifikasi Dana Hibah

Masduki TohaSurabaya, KabarGress.Com – Tarik ulur pencairan dana hibah untuk Anggota DPRD Surabaya mulai menemui titik terang. Sesuai rencana semua proposal pengajuan dana hibah akan mulai diverifikasi oleh pemerintah kota pada Jumat (29/7/2016).

“Jumat semua proposal hibah akan diverifikasi semua,” terang Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha, Selasa (26/7/2016).

Masduki mengungkapkan masyarakat sudah cukup lama menunggu pencairan dan hibah barang ini. Untuk itu, dia meminta kesungguhan dari Pemkot Surabaya dalam memprosesnya.

“Masyarakat sudah dua tahun menunggu pencairan dana hibah ini. Makannya kita meminta kesungguhan dari pemerintah kota,” harapnya.

Menurut Masduki, kendala utama dalam pencairan dana hibah adalah kerap berubah-ubahnya aturan yang memayunginya. Misalnya, jika dulu pengurus RT dan RW tidak boleh menerima sekarang diperbolehkan.

Akibatnya, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, para anggota legislatif dibuat bingung dengan tidak jelasnya pencairan dana hibah. Padahal mereka terus ditagih oleh warga.

Kondisi tersebut diperparah dengan sikap Pemkot Surabaya yang tidak jelas. Dimana pemerintah kota tidak bisa memberikan kepastian ketika ditanya pencairan dana hibah.

“Selama ini kan gantung. Mestinya pemkot menjelaskan. Kalau tidak boleh dijelaskan dasarnya. Jika boleh ini pijakannya,” tegas politisi yang dikenal kritis ini.

Untuk diketahui, jatah dana hibah melalui DPRD sejatinya sudah direncanakan sejak lama.

Tidak tanggung-tanggung, totalnya mencapai Rp200 miliar sehingga masing-masing anggota mendapat jatah antara Rp2 miliar-Rp5 miliar. Tergantung posisi dan jabatannya.

Informasi di internal DPRD Surabaya menyebutkan, kepastian bakal segera di verifikasinya pengajuan dana hibah oleh anggota dewan baru dipastikan menjelang agenda rapat Paripurna tadi siang.

Sebelumnya, ada kesan sejumlah anggota dewa bersama-sama memboikot sidang Paripurna. Tak ayal rapat Paripurna yang sedianya digelar pukul 10.00 tertunda karena belum kuorum.

Rapat paripurna baru bisa dimulai pada siang hari, setelah ada kepastian dari Pemkot Surabaya terkait bakal segera di verifikasinya proposal dana hibah dari para anggota dewan. (tur)

Teks foto: Masduki Toha.