31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Surabaya Festival Kembali Digelar Pemkot Surabaya

Surabaya, KabarGress.Com – Selama dua hari langit Kota Surabaya akan kembali diwaranai oleh berbagai atraksi layang-layang dengan berbagai bentuk, ukuran dan warna. Gelaran ke-19 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dan menggandeng Persatuan Layang-layang Surabaya (Perlabaya) ini akan digelar pada hari Sabtu dan Minggu (23-24 Juli) mendatang pukul 10.00 WIB.

Berlokasi di area terbuka Side Area Long Beach Selatan Pakuwon City, Surabaya. Festival layang-layang lingkup Internasional ini akan diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari 19 daerah dari delapan Propinsi di Indonesia, dan 42 komunitas layang-layang. Serta, dari lima negara tetangga (Malaysia, Cina, Hongkong, Thailand, Macau).  Nantinya para peserta ini akan memperebutkan total hadiah lebih dari 40 juta rupiah.

Di hari pertama, para penonton akan disuguhkan dengan lomba Layang – layang dua dimensi. Sedangkan pada hari kedua, festival akan dimeriahkan dengan lomba layang-layang 3 (tiga) dimensi, rokkaku challenge, serta menerbangkan layang-layang secara bersama-sama. Rencananya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan hadir di hari kedua untuk ikut menerbangkan layang-layang sebagai seremonial dibukanya festival ini.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menjelaskan. Festival yang digelar ini juga sebagai salah satu ajang menyambut para tamu Preparatory Committee III United Nation Habitat (PrepCom III UN Habitat) yang digelar di Surabaya.

“Untuk memeriahkan festival kali ini, kami telah meminta kepada setiap komunitas, baik dari dalam dan luar negeri untuk membawa koleksi layang-layang terbaru mereka. Selain itu, kami akan menghadirkan jumlah layang-layang yang lebih banyak di tahun ini,” tegas Wiwiek.

Kepala Bidang Rekreasi Hiburan Umum Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Fauzie M Yos menambahkan bahwa di hari kedua, tak hanya diisi dengan lomba layang-layang, namun juga akan ada pelatihan membuat layang-layang untuk pelajar sekolah dasar (SD), bazaar layang-layang, dan kuliner.

“Jika tahun kemarin pelatihan diikuti oleh siswa sekolah menengah atas, maka pelatihan kali ini akan diikuti oleh pelajar sekolah dasar. Nantinya mereka akan diberikan pelatihan membuat layang-layang dengan bentuk tiga dimensi,” imbuh pria yang akrab disapa Yos ini. (tur)