31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Jawab Tantangan Urbanisasi dengan Smart City

IMG_20160721_125346_crop_624x439Surabaya, KabarGRESS.com – Perkembangan kota cerdas berkelanjutan merupakan salah satu pilar pembangunan perkotaan yang penting di Indonesia untuk merespon tantangan urbanisasi di Indonesia yang segenap kompleksitas permasalahannya.

Selama hasil survei penduduk Indonesia sudah terhitung 53% dari total yang menempati perkotaan dan telah berkembang 6 kali lipat sejak tahun 1970. Kota cerdas bertujuan menciptakan ruang perkotaan yang berkwalitas menuju kebahagiaan dan kesejahteraan yang aman, sehat dan selamat.

Hal tersebut bisa dicapai di perkotaan dengan memerlukan 20% ruang terbuka hijau publik, 20% jalan dan pendesterian dan pengelolahan sampah yang baik. Sehingga untuk ruang publik yang memadai sekurangnya 40%.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perkembangan Insfrastruktur Wilayah, dr. Ir. Achmad Hermanto Dardak saat menyampaikan di acara Goesmart 2016 Kamis (21/7/2016) siang. Kegiatan yang diselenggarakan Smart Indonesia Initiative (SII) mengambil tema “Smart City Forum Advancing Society”.

Selain melayani sistem internal, kota cerdas berkelanjutan juga bertujuan untuk melayani sistem eksternal yang mempunyai daya saing produktif dan efisien sehingga bisa membentuk jejaring kota-kota yang saling terkoneksi satu sama lain.

Dengan adanya konsep kota cerdas sudah inisiatif dan kegiatan yang akan digarap oleh Kementerian PUPR. Secara garis besarnya inisiatif dibedakan menjadi 8 atribut pengelola kota cerdas antara lain, smart development planning, smart open space, smart water, smart waste, smart building, smart energy, smart building dan construction serta smart community.

Kementerian PUPR sepakat dan komitmen untuk menerapkan secara luas dalam membangun konsep-konsep kota Cerdas.

Menurut Hermanto nantinya ada 35 wilayah pertumbuhan yang akan menjadi kota cerdas, dengan beberapa tema yang akan ditujukan antara lain melayani pendidikan, wisata, kesehatan ataupun penghijauan.

Juga disampaikan oleh Prof. Suhono Harso Supangkat sebagai Ketua Smart City Indonesia Farum, terciptanya kota cerdas bisa didukung oleh infrastruktur yang baik. Pasalnya untuk Insfrastruktur mendukung kehidupan masyarakat lebih baik. Selain itu bisa optimal bila stakeholder dan semua pihak ikut berkecimpung.

“Dalam hal ini semua pihak antara lain pemerintah, pelaku bisnis industri, akademis dan masyarakat,” tutup Suhono. (ro)