31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Casing Handphone dari Limbah Rotan

IMG_20160720_095608-800x600Surabaya, KabarGRESS.com – Maraknya jenis hanphone, mengakibatkan peningkatan industry perangkat pelengkapnya, cover handphone (casing) salah satunya.Isahito Norhatan, mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif (FIK) angkatan 2011 ini membuat prototype casing handphone yang memanfaatkan bahan limbah, yaitu rotan menjadi sebuah barang yang artistik dan memiliki nilai jual.                                    

“Ide awal saya memilih menggunakan rotan karena saya melihat banyak limbah kulit rotan yang tidak terpakai dan dibiarkan begitu saja. Sehingga saya berpikir mengapa tidak mengubah limbah tersebut menjadi sebuah barang yang berguna dan memiliki nilai jual. Setelah saya melakukan beberapa penelitian, ternyata limbah rotan juga dapat digunakan untuk pembuatan casing handphone,” ujar Isahito, di sela-sela acara publikasi di Selasar Gedung Hubungan Internasional, Kampus II Ubaya, Jalan Raya Kalirungkut Surabaya, Rabu (20/7/2016).

Karya tersebut dibuat untuk pemenuhan Tugas Akhir dengan mekanan waktu 2 minggu untuk proses pembuatanprototype. Isahito pun terlibat sepenuhnya dalam penggarapan desainnya. Produk unik yang terbuat dari limbah rotan ini dibuat dengan melalui beberapa tahap. Tahap pertama limbah kulit rotan diubah menjadi serat rotan agar mudah digunakan, kemudian dilanjutkan dengan tahap pencetakan dimana serat rotan akan dipress menggunakan alat press dan dicetak menjadi bentuk casing handphone sesuai dengan yang dibutuhkan. Setelah itu tahap terakhir adalah finishing yaitu serat rotan yang telah dicetak kemudian dirapikan dan siap untuk digunakan.

Meskipun terbuat dari limbah rotan, produk handmade berukuran 12,6 cm x 6,1 cm ini dijamin tahan lama karenamenggunakan bahan hardcase sehingga casing ini tidak akan mudah tergores dan tentunya aman untuk gadget. Desainnya yang ramping juga benar-benar akan memaksimalkan penampilan gadget penggunanya. Biaya pembuatannya sendiri menghabiskan sekitar Rp1.500.000, tetapi bila produksi dilakukan secara masal, maka biaya per produk menjadi sekitar Rp99.000. Untuk menambah keunikannya, produk yang diberi nama Liv Case ini juga menyediakan dalam beberapa pilihan warna, seperti merah, hijau, biru, dan coklat dengan menggunakan bahan pewarna alamai, misalnya saja dari kayu secang dan daun tarum.

Isahito sangat cerdas menangkap masalah, dari keseharian di sekitarnya, seperti limbah serat rotan yang justru punya nilai jual untuk prosuk mahal. Hal ini bisa menjadi peluang bisnis untuknya,” ujar Guguh Sujatmiko, S.T., M.Ds., selaku dosen pembimbing.

“Untuk kedepannya saya ingin mengembangkan produk ini menjadi lebih baik, karena untuk saat ini hanya berupa prototype dan rencananya saya ingin bekerja sama dengan Fakultas lain untuk memodifikasi perekat agar produk ini bisa lebih fleksibel serta tahan air. Setelah berhasil, baru saya ingin memproduksi produk ini ke masyarakat dan membuat untuk semua jenis dan merek handphone maupun tablet,” ungkap pria kelahiran Surabaya. (ro)