31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Apresiasi Seniman dan Budayawan Jatim

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Menberikan sambutan pada acara Pemberian Apresiasi Seniman Berprestasi 2016 di Kantor Disbudpar Provinsi Jawa TimurSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengapresiasi para seniman dan budayawan, pasalnya, berkat kontribusi mereka dalam menjaga perdamaian ditengah-tengah masyarakat, Jatim menjadi provinsi yang aman, nyaman, kondusif, serta terbuka dan menghargai terhadap budaya asing yang masuk.

“Kultur di Jatim itu sangat dewasa, ciri khasnya tidak tabrakan dengan budaya baru yang masuk, tapi justru saling mengisi, memperkuat, namun identitas asli Jatim-nya tidak hilang, ini luar biasa. Semua itu tidak lepas dari jasa para seniman dan budayawan yang menjadi pendekar dalam menjaga kedamaian di Jatim, kami berterima kasih atas kontribusi anda.”

Pujian itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat acara Pemberian Apresiasi Terhadap Seniman Berprestasi Jatim Tahun 2016 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Selasa (28/6).

Pakde Karwo mengatakan, berkat jasa para seniman dan budayawan, seni dan budaya di Jatim senantiasa “hidup” dan berkolaborasi dengan damai, saling menghargai, serta open minded terhadap budaya asing yang masuk. Hal itu menjadikan iklim dan suasana Jatim tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Ada ekspresi berupa rasa syukur dan bahagia, seperti saat panen, atau nelayan mendapat ikan, kemudian ada juga nilai-nilai musyawarah mufakat yang kuat. Itu semua terbangun dari budaya, dan budaya inilah yang terus dipelihara dan digaungkan oleh para seniman dan budayawan melalui karya-karya mereka,” katanya.

Menurut Pakde Karwo, keharmonisan kultur di Jatim itu juga mendapat pengakuan dari tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang beberapa waktu lalu datang ke Jatim untuk merumuskan etika dan budaya berpolitik, serta cara kaderisasi dan rekruitmen partai politik di Jatim. “LIPI menilai, Jatim memiliki kultur demokrasi yang bagus, kuat dan harmonis,” katanya.

“Kultur Jatim itu menarik dalam demokrasi, kultur itu didalamnya ada budaya dan seni. Kita masih ingat, begitu mewarnainya kultur Jatim taun 90 an seperti gaya srimulatan itu mendominasi budaya di Jakarta. Itulah yang membuat suasana Indonesia cair. Menurut LIPI, model-model kultural seperti ini yang tepat, mengdepankan musyawarah mufakat,” lanjutnya.

Ke depan, Pakde Karwo berkomitmen untuk memberikan ruang dan kebebasan berekspresi bagi para seniman dan budaywan. “Ini agar budaya kita tidak hilang, terus terjaga dan semakin berkreasi, serta terus lahir generasi-generasi penerus yang menghidupkan seni dan budaya asli Jatim,” katanya.

Kepala Disbudpar Jatim, Jariyanto mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah membangun tali silaturahmi, membangun semangat seniman untuk terus berkarya melestarikan dan mengembangkan budaya daerah asal jatim, serta sebagai wujud terima kasih atas dedikasi dan loyalitas seniman terhadap pelestarian seni budaya di Jatim.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyerahkan secara simbolis kepada 500 orang seniman dan budayawan yang berprestasi asal Jatim. (hery)