31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

PT PRIA Daur Ulang Limbah Jadi Produk Bermanfaat

IMG_20160624_162154-800x600Mojokerto, KabarGRESS.com – PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus meningkatkan produksi barang-barang bermanfaat bagi masyarakat dari limbah. Diantaranya melalui tangan-tangan terampil pekerja yang umumnya warga sekitar, bisa membuat 480 ribu batu bata dan 10.800 batako setiap hari.

“Bahan baku yang berasal dari berbagai limbah industri dilakukan netralisir terlebih dulu baru dibikin produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat, diantaranya batu bata, batako dan kertas. Jadi produknya aman digunakan lagi,” ungkap Manajer Bisnis Development PT PRIA, ‎Christine ‎Dwi Arini, di sela-sela mendampingi awak media melakukan kunjungan di lokasi pabrik, Jumat (24/6/2016).

IMG_20160624_164846-800x600Menurutnya, masyarakat masih banyak yang belum paham tentang limbah. Semuanya dianggap berbahaya padahal limbah-limbah yang didatangkan ke PT PRIA memiliki tingkat bahaya yang berbeda. “Yang masih bisa didaur ulang kita jadikan produk bermanfaat. Sedangkan yang tidak bisa didaur ulang kita telah melakukan kerjasama dengan pihak lain, seperti dengan PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI),” jelasnya.

PPLI merupakan perusahaan profesional jasa pelayanan pengolahan limbah industri Bahan Beracun Berbahaya (B-3) yang memenuhi standar peraturan di Indonesia dan peraturan Internasional (USEPA). PPLI yang kini telah beroperasi lebih dari satu dekade, berlokasi di Desa Nambo, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

IMG_20160624_164551-800x600Meski setiap hari berkutat dengan limbah berbahaya, PT PRIA senantiasa menjaga kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Sejumlah bangunan berdiri menempati sekitar 3,8 hektar di luas lahan keseluruhan 10 hektar.

‎Di tempat ini, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari sedikitnya 300 perusahaan, serta 500 rumah sakit dan puskesmas di Jawa Timur, termasuk ratusan kubik tanah terkontaminasi dari PT Inalum, perusahaan aluminium di Medan,‎ terkumpul dan dilakukan pengolahan.

PT PRIA telah mengantongi ijin mengolah limbah B3 yang bisa dimanfaatkan dan disulap menjadi bahan-bahan berguna. “Dan mesin yang digunakan untuk mengolah limbah menjadi produk bermanfaat inipun buatan dalam negeri,” terangnya.

‎Manager Produksi PT PRIA, Andes, menambahkan dengan swmangat mengedepankan kebersihan lingkungan, untuk limbah medis yang mencapai 9 ton sehari, dilakukan pembakaran di dua mesin incenerator. “Kita tidak mau ceroboh, untuk limbah medis dibakar dengan tekanan panas maksimal. Kemudian abunya dikirim ke PPLI,” katanya.

“Untuk pembuatan batako, komposisi campurannya 70 persen tanah dari PT Inalum yang telah diolah dan dinetralkan, 30 persen lainnya komposisi campuran karbon dan gibsum. S‎elain beton blok juga dibuat batu bata merah dan kertas,” imbuh Andes.

‎Bangunan lain, ada gudang WWTP Waste Water Treatment Prosedure (WWTP), berfungsi untuk mengolah limbah cair menjadi air yang bermutu baku. Ada 2 reaktor yang masing-masing berkapasitas 1.000 liter per jam.

Di pipa berwarna oranye berisi aliran air limbah, sedang pipa berwarna biru berisi air bersih. Dengan perbandingan 3 banding 1, air limbah tersebut diolah di mesin Elektro Coagulasi, kemudian masuk ke mesin Filter Press, dan ‎menjadi air bermutu baku.

“Fungsi air bersih untuk pengenceran, setelah tercampur air, kemudian masuk ke Electro Kogulasi, yang menggunakan plat elektroda untuk memecah ion. Selanjutnya masuk filter press, endapan dan air akan terpisah kemudian disaring tiga kali lewat penyaringan,” terangnya.
‎‎
Hasil filterisasi air limbah yang telah diolah, diantaranya bisa dipakai untuk campuran bahan pembuatan oli. “Setiap tiga bulan, oleh tim dari laboratorium kita selalu melakukan proses perawatan serta pengecekan mesin-mesin produksi. Dan, setiap enam bulan juga dilakukan cek pemantauan lingkungan. Termasuk abu di lingkungan sekitar. Intinya kita selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitar,” tambahnya. (ro)