31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Usulkan Hukuman Berat Pembuat Konten Salah

Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Menerima Cindera Mata dari Ketua Komisi X DPR RI Kunker Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Kartanegara Kantor Gubernur Jatim  (4)Surabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf, mengusulkan memberikan hukuman berat kepada pembuat isi ataupun konten buku bacaan yang salah. Konten salah yang dimaksud adalah isi buku yang berbau pornografi hingga berbau SARA. Usulan tersebut disampaikannya langsung di hadapan Komisi X DPR RI saat melakukan Kunjungan Kerja Panja RUU tentang Sistem Perbukuan, di Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No 110 Surabaya, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, kesalahan konten ataupun isi dari buku bacaan yang salah akan memberikan dampak negatif pada generasi mendatang. “Nantinya yang perlu dimasukkan dalam Undang-unddang tersebut adalah menyepakati dan memberikan sanksi kepada pelaku dan pembuat konten atau isi buku bacaan yang menyimpang,” ungkapnya.

Gus Ipul menjelaskan, bahwa konten yang salah akan memberi pemaknaan keliru seterusnya, bahkan tidak bisa dihapus. Berbeda ketika sebuah buku ataupun surat kabar yang salah cetak maupun maupun layout bisa dibakar dan diganti. “Maka seorang penulis maupun pembuat buku dituntut lebih berhati-hati di dalam menulis karyanya di dalam sebuah buku,” tegasnya.

Dicontohkan Gus Ipul, pada beberapa waktu yang lalu sempat beredar buku bacaan yang menampilkan pelecehan seksual, kekerasan kepada anak hingga jadi ajang kampanye politik yang mengganggu dunia pendidikan kita. “Ini yang saya kira menjadi perhatian serius dan semoga bisa dibahas oleh Komisi X DPR RI,” imbuhnya.

Selain menyoroti tentang pengusulan hukuman bagi pembuat konten yang salah. Gus Ipul juga meminta kepada Komisi X DPR RI untuk mewaspadai dampak dari kemajuan teknologi. Ia berpendapat bahwa paperles akan lenyap digilas oleh teknologi. Akan tetapi, jika buku dikemas dan disajikan secara menarik maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembacanya.

“Kalau dahulu kita bangga membawa buku ketika sekolah, namun saat ini melalui gadget dan teknologi semua menjadi mudah. Ini jadi pekerjaan rumah bagi orangtua untuk meningkatkan minat baca kepada anak melalui gemar membaca buku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kunker Panja RUU Sistem Perbukuan Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, mengatakan maksud dan kunjungan ke Jatim yakni ingin mendapat masukan tentang rancangan sistem perbukuan. Kunker ke Jatim ini juga akan mengatur pokok pikiran konten atau isi buku, karena konten buku yang baik akan mencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, bahwa Kunker dari Komisi X DPR RI akan mencari formulasi agar minat baca masyarakat Indonesia meningkat. Caranya, dengan memberikan kemudahan kepada masyarakat mendapatkan buku murah berkualitas dengan harga yang murah. Terkait dengan hak cipta perbukuan, Komisi X DPR RI memandang perlu di dalam memberikan hak cipta kepada penulis hingga penerjemah.

“Kami juga akan membahas cara menekan harga buku berkualitas dan murah dengan mengatur tentang jaminan tinta dan kertas dengan harga yang terjangkau hingga penentuan harga ecera tertinggi buku serta penghapusan PPN untuk buku,” pungkasnya. (h/ro)