31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BI Jatim dan Perbankan Sinergi Layani Penukaran Uang Bersama

Surabaya, KabarGRESS.com – Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan perbankan dalam merespon peningkatan animo masyarakat terhadap kebutuhan uang baru menjelang lebaran. Selain membuka ratusan outlet penukaran di Bank Umum maupun BPR se Jawa Timur, KPW Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan penukaran bersama dengan perbankan Surabaya di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya.

Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Provinsi Jatim, Syarifuddin Bassara, mengatakan kegiatan penukaran bersama ini diselanggarakan mulai 14 sampai dengan 29 Juni 2016, setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis, Pukul 09:00 s.d 12:00. Sebanyak 11 (sebelas) Bank Umum terlibat dalam kegiatan penukaran bersama yaitu Bank Mandiri, BRI, BSM, BTN, BCA, Bank Permata, Bank Muamalat, Bank Maspion, Bank Jatim, Bank DKI, dan Bank Victoria.

“Tujuan dari penyelenggaran kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan Bank Indonesia dan perbankan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memerlukan pecahan uang kecil dan pecahan uang baru di momentum ramadhan dan lebaran. Pada layanan penukaran bersama, masyarakat yang menukar uang pecahan kecil dilayani tanpa dipungut biaya (Gratis) dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, maka Bank Indonesia menggunakan paket maksimal penukaran sebesar Rp3.700.000 per orang. Rincian pecahan sebagai berikut uang pecahan Rp20.000  sebanyak 100 lembar atau senilai Rp2.000.000, uang pecahan Rp10.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp1.000.000, uang pecahan Rp5.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp500.000, dan uang pecahan Rp2.000 sebanyak 100 lembar senilai Rp200.000.

KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran di outlet penukaran yang resmi ataupun di layanan penukaran bersama yang diselenggarakan Bank Indonesia dan menghindari penukaran uang di pinggir jalan karena rawan terhadap berbagai risiko.

Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu cek keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam bertransaksi menggunakan uang tunai. Guna menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, masyarakat juga diharapkan untuk dapat berbelanja secara bijak, tidak berlebihan serta memanfaatkan alat pembayaran non tunai baik APMK (alat pembayaran menggunakan kartu) maupun uang elektronik dalam bertransaksi karena lebih praktis, aman, dan efisien. (ro)