31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Apresiasi Pelaksanaan Zakat Profesi PLN

wagub jatim saifullah yusuf hadiri dan menyaksikan penandatangan MoU dan penyerahan bantuan program lazis cahaya pintar di gedung PLN embong trengguli surabaya (4)Surabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf, mengapresiasi pelaksanaan Zakat Profesi PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Zakat profesi ini sifatnya wajib untuk karyawan PLN yang beragama Islam, yakni dengan memotong 2,5% dari gaji yang diterima. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Penandatanganan MoU dan Penyerahan Bantuan Program LAZIS Cahaya Pintar di Ruang Mojopahit, Kantor PLN Distribusi Jawa Timur, Jl. Embong Trengguli No. 19-21 Surabaya, Kamis (16/6/2016).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, zakat profesi mampu menjadi solusi dalam menolong orang-orang yang kurang mampu. Ia juga berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi-instansi lain. “Saya kira ini patut kita apresiasi, dan ini bisa jadi contoh yang baik bagi instansi lain, asalkan zakat profesi dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan PT. PLN dengan menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu,” ujarnya.

Program zakat profesi yang dilakukan PT PLN ini sebagian besar disalurkan untuk dunia pendidikan, yakni pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Program ini, lanjut Gus Ipul, sebagai bagian dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) penerus bangsa sehingga dapat meraih masa depan yang baik. “Ini menjadi bagian dalam membangun masa depan bangsa dan berkontribusi dalam memenangkan pertarungan di masa datang. Ini harus disambut dengan gembira. Karena gembira itu penting. Kegembiraan yang disebabkan karena Rahmat Allah itu jauh lebih baik,” lanjutnya.

Di akhir, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi petarung dalam menghadapi era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ia mengajak semua mahasiswa untuk menjadi pemenang. Untuk menjadi pemenang, lanjutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, kebahagiaan spiritual atau spiritual happiness, yakni salah satunya mengingat Allah. Modal spiritual mendorong manusia memiliki emosi yang baik serta selalu bahagia karena merasa dekat dengan Tuhan. Kedua, punya modal intelektual yang baik atau Intellectual Happiness. Manusia yang memiliki modal intelektual harus mampu menggunakan pikirannya untuk melakukan sesuatu. Ketiga, punya kompetensi dan keterampilan masing-masing di bidang tertentu. “Dengan menguasai tiga hal ini, saya yakin kita akan menjadi bangsa yang menang dalam pertarungan global ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali, Amin Subekti, menyampaikan bahwa program zakat profesi ini wajib bagi seluruh pegawai PLN yang beragama Islam. Sebagian besar zakat profesi ini disalurkan untuk dunia pendidikan. “Kami minta beasiswa sebagian besar disalurkan untuk mahasiswa sarjana atau diploma, karena pendidikan paling tinggi di S1, setelah lulus S1 mereka bisa mendapat pekerjaan yang layak dan menjadi agent of change,” ungkapnya. Ia juga berharap beasiswa ini dapat meningkatkan harapan mahasiswa kurang mampu untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi.

Sementara itu, General Manager PT. PLN Distribusi Jawa Timur, Yugo Riatmo, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU Beasiswa Cahaya Pintar dilakukan dengan beberapa perguruan tinggi di Jatim, diantaranya Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Acara ini merupakan kerjasama antara PLN Distribusi Jawa Timur dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS), yang merupakan lembaga pengelola atau penyalur amil, zakat, infaq dan shodaqoh. Beasiswa Cahaya Pintar PLN ini diberikan kepada sekitar 200 mahasiswa/i sebesar 2,5 juta rupiah per semester dengan total beasiswa sejumlah 4 milyar rupiah selama 4 tahun. Tak hanya itu, dalam acara ini diserahkan pula secara simbolis bantuan sosial Pondok Pesantren Bersih Bersih berupa uang sebesar 50 juta rupiah, serta bantuan peningkatan infrastruktur dan sarana ibadah kepada Islamic Center Surabaya, sebesar 50 juta rupiah. (hery/ro)