31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pendistribusian Raskin/Rastra di Jawa Timur Optimal, Masyarakat Tenang

Optimalisasi Pendistribusian Raskin/Rastra Tahun 2016 Perum Bulog Divre JatimSurabaya, KabarGRESS.com – Pendistribusian Raskin/Rastra untuk 1 Januari sampai dengan 14 Juni 2016 telah mencapai 97,9 % dari pagu Januari -Juni yang jumlahnya mencapai 251.743 ton dan terus dioptimalkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan beras. Demikian keterangan Kadivre BULOG Jatim, Witono, pada acara Konferensi Pers Optimalisasi Pendistribusian Raskin/Rastra tahun 2016 di kantomya, Rabu (15/6/2016).

“Memasuki bulan Puasa dan Lebaran, harga kebutuhan pokok berpotensi naik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka salah satu upaya untuk menahan laju kenaikan harga yakni denganoptimalisasi pendistribusian raskin/rastra,” terangnya.

Sampai dengan 14 Juni 2016, BULOG Divre Jatim mendistribusikan raskin/rastra bukan hanya untuk Juni saja, namun juga alokasi bulan Juli di beberapa daerah Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota yang sudah mulai menyalurkan alokasi bulan Juli dan capaiannya 116.67 % antara lain Kab Jombang, Kab Mojokarto, Kota Kediri, Kab Nganjuk, Kab Ponorogo. Daerah-daerah yang pendistribusiannya sudah mencapai 100% antara lain: Kab. Mojokerto, Kab Lamongan, Kab Kediri, Kab Bondowoso.

Penerima raskin (RTS-PM) di Jawa Timur sejumlah 2.857.469 RTS-PM dan penyalurannya sebesar 42.862 ton setiap bulan, tersebar di 8.506 titik distribusi RTS-PM menerima 15 kg/bulan dengan harga tebus Rp1.600,-/kg.

“Upaya lain untuk menahan laju kenaikan harga adalah dengan melakukan Operasi Pasar. Operasi Pasar baik berupa Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut, Operasi Pasar CBP, Operasi Pasar mandiri dan pasar murah telah dilaksanakan di seluruh wilayah di Jawa Timur. Operasi pasar tersebut dilakukan secaramenetap di titik-titik pasar, kantor divre, atau mobile seperti di rusun-rusun, dan sebagainya,” ujarnya.

Operasi pasar dan pasar murah untuk berbagai komoditas pangan pokok mulai menunjukkan hasilnya yang ditandai dengan trend menurunnya harga-hargatersebut. Penurunan paling besar dialami olehkomoditas bawang merah yakni 22,46 % yakni dari harga rata-rata Rp34.406 menjadi Rp26.679. Untuk komoditas Iain juga mengalami penurunan yakni pada kisaran 1-2%.

Penurunan harga yang terjadi sebelum dan sesudah 0P untuk komoditas lain yakni bawang putih 7,51 %. terigu 0.32 %. gula pasir 0,74 % dan minyak goreng curah 1.03 %. (ro)