31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BBPOM Sidak Makanan dan Minuman di Bazar Ramadhan Masjid Al Akbar

* Uji Awal Temukan Makanan dan Minuman Berbahan Berbahaya

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma DewaSurabaya, KabarGRESS.com – Para petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Dinas Kesehatan Propinsi Jatim, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jatim serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jatim, melakukan sidak (inspeksi mendadak, red) ke para pedagang Bazar Ramadhan Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (14/6/2016) sore. Tim tersebut mengambil sampel makanan dan minuman yang dijaja para pedagang untuk diuji awal di lab yang sudah stanby di sisi utara masjid.

“Dalam dari uji lab kita lakukan, sementara kita temukan dua jajan mengandung formalin dan borak,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, di sela-sela sidak.

Temuan borak dan formalin dari sampel bakso, cireng, krupuk, mie, rambak dan krecek. Untuk memastikan secara mendetail pihaknya akan melakukan empat kali uji lab yang akan dilakukan di laboratorium BBPOM. Atas penemuan ini, pihaknya merasa ada sisi positifnya dibandingkan penemuan pada tahun lalu. “Jika dibandingkan tahun lalu hasilnya terus menurun berkat pengertian para penjual makanan yang makin peduli,” timpalnya.

Petugas BBPOM di Surabaya menguji awal sampel makanan dan minuman di Bazar Ramadhan Masjid Al Akbar SurabayaKalau positif mengandung bahan-bahan berbahaya, maka BBPOM di Surabaya akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut, seperti menelusuri asal atau produsen bahan makanan dan minuman yang berbahaya. “Tentu sanksi administratif akan diberikan, selain upaya-upaya pembinaan kepada para pedagang. Kan belum tentu pedagang pelakunya, karena bisa juga itu dari produsen,” jelasnya.

BBPOM mengharapkan para pedagang berhati-hati dalam menyajikan makanan dan minuman takjil dengan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya.

Sementara itu, Kabid Kewaspadaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Jatim, Lena Wahyu Marwati, menambahkan hasil temuan sementara krupuk pangsit mengandung formalin. Makanan tersebut sudah disita. Selanjutnya, akan terus dilakukan uji laboratorium selama empat kali. Jika positif berbahaya, penjual makanan itu akan dipanggil untuk mengikuti pembinaan. “Makanan yang mengandung boraks dan formalin sangat berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi,” tandas Lena Wahyu. (ro)

Teks foto:

  • Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa.
  • Petugas BBPOM di Surabaya, menguji awal sampel makanan dan minuman di Bazar Ramadhan Masjid Al Akbar.