31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Popcon Surabaya Sukses Hadirkan Lebih Dari 6,000 Pengunjung & Lahirkan IP dari Kreator Indonesia

SesiPutriTanjung-VidiSurabaya, KabarGRESS.com – Festival pop culture yang pertama kali diadakan di Surabaya, Popcon Surabaya 2016 yang berlangsung pada 4-5 Juni 2016 lalu berhasil menarik lebih dari 6,000 orang pengunjung yang hadir untuk merayakan karya-karya terbaik dari 40 kreator lokal yang utamanya berasal dari Surabaya.

Dengan visi untuk menjadi wadah yang mendorong pertumbuhan ekosistem industri kreatif Indonesia khususnya di Surabaya ini, Popcon Surabaya menjadi tempat peluncuran karya, forum dan diskusi, apresiasi karya, dan tempat berkolaborasi antar kreator.

Salah satu IP (intellectual property) yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di Popcon Surabaya 2016 adalah animasi Prince Boemi, sebuah kolaborasi antara Kratoon Channel dengan musisi ternama Indonesia, Vidi Aldiano. Kolaborasi ini adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia antara seorang musisi dengan sebuah animasi studio, bahkan proses brainstorming pun dilakukan bersama.

Tidak hanya itu, Kreavi.com, bekerjasama dengan Kratoon Channel juga meluncurkan karakter Sura dan Baya, maskot yang dipersembahkan kepada kota Surabaya untuk dapat digunakan secara open source oleh seluruh UKM di Surabaya. Rupanada, Komikin Aja, dan Unyil juga turut mengumumkan karya terbaru mereka.

Ada berbagai pencapaian menarik yang terjadi pada Popcon Surabaya 2016. Misalnya booth-booth yang karyanya habis terjual atau sold out selama dua hari acara Popcon Surabaya berlangsung, seperti Perakit Komik, Kumkum, Sandy Lee, Brigitta Rena, Faza Meonk, dan Komikgram.

Doodle Battle Kratoon juga menjadi daya tarik dari Popcon Surabaya. Doodle battle yang diadakan oleh Kratoon ini  diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Tidak sampai di situ saja, seminar juga “dibanjiri’ oleh para peserta. Rangkaian seminar ini dapat menggaet lebih dari 300 peserta dari 11 seminar yang ada di Popcon Surabaya.

Popcon Surabaya juga merupakan tempat untuk mengapresiasi karya terbaik buatan anak bangsa. Untuk itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada 51 desainer Tatarupa. Tatarupa merupakan program kolaborasi antara Kreavi dan desainer dalam merancang ulang kemasan produk UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi.

Sementara itu, Popcon Surabaya juga menghadirkan Kreavi Challenge – Surabaya Bangga yang menghasilkan karya infografik Tempo yang didukung oleh Kreavi.com. Dalam challenge ini ada beberapa tema yang bisa dijadikan infografik, antara lain Pendidikan, UKM, Kampung Surabaya, Taman, Jalur Hijau, Ruang Terbuka Hijau, Kuliner, Penanganan Sampah, Penutupan Lokalisasi, Pelabuhan Tanjung Perak, Pembangunan Jalan (Pedestrian), Sungai dan Mangrove. Ada 12 karya yang dipamerkan dan nantinya akan disebarkan sebagai konten yang dapat lebih dimengerti oleh masyarakat kota Surabaya.

Popcon Surabaya juga mengadakan program 7230 DONOR DARAH REK! bersama Reblood dan melibatkan beberapa pihak terkait seperti PMI, Pemerintah Kota Surabaya, Start Surabaya, Intiland, Telkomsel dan Gaharu. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan kekurangan donor darah, khususnya di wilayah Surabaya; meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya donor darah rutin bagi keselamatan pasien yang membutuhkan dan kesehatan pendonor; dan menciptakan gaya hidup sehat bagi masyarakat melalui donor darah rutin.

Hal lain yang menarik selama Popcon Surabaya juga adalah ketika Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga ikut memborong produk-produk dari Njawani Studio, sebuah merk kaos & studio ilustrasi kecil di Yogyakarta yang membuat desain illustrasi dengan tema budaya indonesia khususnya budaya khas Jawa. Bermula dari keinginan mengangkat nilai budaya di mata anak muda yang selama ini dikenal sebagai “ndeso menjadi lebih “pop”, dapat diterima dan dibanggakan. Anak muda menjadi lebih kenal dengan peninggalan budaya (wayang, legenda, ornamen, dll) dan dapat dikoleksi dalam bentuk kaos.

Popcon Surabaya menjadi magnet bagi para kreator. Bahkan beberapa mahasiswa dari Denpasar datang langsung ke Surabaya untuk mengikuti Portfolio Review. Popcon Surabaya tidak hanya menjadi tempat berkumpul seluruh pelaku industri kreatif, tetapi juga menjadi wadah yang menumbuhkan dan mendorong lahirnya intellectual property lokal yang berkualitas global serta menumbuhkan keberanian para kreator lokal untuk menujukkan karya mereka kepada khalayak umum. “Nah, dengan event seperti ini tidak perlu takut lagi untuk mengeluarkan kreasinya,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (ro)