31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Virtus Showcase 2016 Digelar di Surabaya

3-1024x615Surabaya, KabarGRESS.com – Virtus Technology Indonesia, penyedia solusi infrastruktur TI dan anak perusahaan PT Computrade Technology International (CTI Group) kembali menyelenggarakan Virtus Showcase 2016, sebuah konferensi dan pameran tahunan di bidang teknologi informasi di Hotel JW Marriott, Surabaya.

Dihadiri oleh ratusan profesional TI, pemasaran, keuangan, dan lainnya dari cross-industry di Surabaya, Virtus Showcase 2016 mengusung tema “The Essential Challenge in Digital Era” dan didukung oleh vendor TI terkemuka di dunia seperti Dell, Check Point, EMC, Redhat dan VMware.

Virtus Showcase 2016 menghadirkan Achmad Affandi, Direktur Pusat Komunikasi dan Informasi Institut Teknologi Sepuluh November, Fery Suryadi, Check Point Security Consultant, dan Tommy Widyastama, Commercial Channel Manager Dell Indonesia yang akan berbagi knowledge dan best practice untuk membantu perusahaan mengakselerasi transformasi bisnis dari ranah tradisional ke arah digital.

“Teknologi harus digunakan untuk menjawab kebutuhan manusia, sehingga harus ada mekanisme agar tidak disalahgunakan dan bisa diadopsi secara tepat guna. Termasuk didalam dunia bisnis, teknologi digital memberikan tantangan sekaligus peluang dalam proses transformasi ini. Melalui Virtus Showcase ini, kami ingin membantu para profesional bisnis dan TI di Indonesia dalam pemilihan teknologi untuk menemukan peluang-peluang pasar yang baru di tengah kondisi perekonomian yang semakin di-drive oleh empat pilar digital yaitu cloud computing, social media, big data analytics, dan mobility serta menentukan strategi yang tepat dalam mengatasi berbagai tantangan selama proses transformasi ini berlangsung,” ujar Presiden Direktur Virtus Erwin Kuncoro.

Lembaga riset MIT Sloan mencatat tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam proses transisi ke ranah digital bervariasi menurut level kematangan digital yang dimiliki tiap perusahaan. Perusahaan yang berada di tahap awal (early-stage companies) cenderung lemah dalam menentukan strategi, sementara bisnis di tahap menengah (developing companies) kesulitan dalam merespon digital distractions akibat banyaknya prioritas yang ingin dicapai. Riset yang sama menemukan bahwa perusahaan di tahap akhir (maturing companies) dihadapi oleh tantangan di bidang security atau keamanan data yang menjadi aset perusahaan.

“Kita hidup dalam dunia yang semakin terhubung dengan perangkat pintar, node dan sensor yang memicu lonjakan Internet of Things yang segera akan menjadi Internet of Everything, dimana semua perangkat akan saling terhubung dan berbagi data tentang semua aspek kehidupan kita. Artinya, kita akan berada di dalam dunia yang penuh dengan hambatan sekaligus peluang digital,” ujar Catherine Lian, Managing Director Dell Indonesia. “Dell sebagai penyedia solusi TI end-to-end terdepan di dunia, memainkan peranan penting membantu konsumen, dari skala kecil hingga besar, mempersiapkan diri menuju transormasi digital tersebut.”

“Keamanan data menjadi hal yang sangat krusial di era informasi digital dan keterbukaan data. Kami menemukan 106 malware menyerang perusahaan setiap jamnya di mana 83% dari serangan tersebut disebabkan oleh malware yang membuka akses bagi pelaku kepada data rahasia perusahaan. Keamanan informasi ini harus menjadi bagian dari strategi digital suatu perusahaan pada era di mana milyaran perangkat saling terkoneksi dan berinteraksi secara otomatis,” ujar Fery Suryadi, Check Point Security Consultant. (ro)

Teks foto: Ronny, General Manager Virtus Technology Indonesia (L), Fery Suryadi, Check Point Security Consultant (2nd L), Avi Faiza, Channel Software Manager Dell Indonesia (C), Presiden Direktur Virtus Technology Indonesia Erwin Kuncoro (2nd R), danAchmad Affandi, Communication and Information Center of Sepuluh November Technology Institute(R).