31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Sambut Hari Susu Nusantara, Sarihusada Kampanyekan Gerakan 7 Hari Minum Susu

sambut-hari-susu-nusantara-700-keluarga-di-surabaya-ikuti-funwalk-0vXG6AP3E7-800x600Surabaya, KabarGRESS.com – Untuk mendukung upaya keluarga menerapkan gizi seimbang dan menyediakan zat gizi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga, hari ini Sarihusada meluncurkan Gerakan 7 Hari Minum Susu bertempat di Lapangan Parkir Timur Plaza Surabaya. Waktu peluncuran pada penghujung bulan Mei ini juga diselaraskan dengan peringatan Hari Susu Nusantara 1 Juni.

Gerakan 7 Hari Minum Susu dimeriahkan oleh funwalk yang diikuti oleh 700 keluarga, minum susu bersama, kompetisi sport stacking, berbagai permainan keluarga dan hiburan menarik, simbolisasi penyaluran donasi gizi keluarga, sekaligus peluncuran SGM Nutriday, susu yang diformulasikan khusus untuk keluarga dan sesuai untuk anak-anak usia 9-12 tahun oleh Sarihusada.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi pada semua kelompok umur. Riskesdas 2013 mengungkapkan bahwa 6% balita mengalami kurang gizi sedangkan 37% balita dan 1 dari 3 (31%) anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek (stunting) akibat kekurangan gizi menahun sehingga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Sementara pada usia produktif 45% wanita Indonesia mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).

Prevalensi kelebihan gizi juga meningkat. Riskesdas 2013 mengungkapkan bahwa angka overweight dan obesitas pria di Indonesia adalah 20%, sementara wanita sebesar 35%, naik dari sekitar 15% dan 26% (Riskesdas 2010). Obesitas merupakan pintu masuk dari banyak penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, atau stroke yang meningkatkan risiko kematian.

Dian Kusumadewi, M. Gizi, Divisi Kedokteran Keluarga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IKK FKUI) mengatakan, “Upaya perbaikan gizi di Indonesia memerlukan peran keluarga, sebagai unit terkecil dari masyarakat dengan pengaruh yang sangat besar terhadap masing-masing anggotanya. Keluarga di Indonesia perlu menjadi Keluarga Sadar Gizi yang mampumengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya, sehingga tercapai keadaan gizi yang optimal untuk seluruh anggota keluarga.”

Keluarga Sadar Gizi atau Kadarzi adalah keluarga dengan perilaku gizi yang baik yang dicirikan dengan mengonsumsi makanan beraneka ragam dengan gizi seimbang Keanekaragaman makanan diperlukan karena tidak ada bahan makanan yang sempurna kandungan zat gizinya. Mengonsumsi makanan beraneka ragam menjamin pemenuhan kebutuhan tubuh akan zat gizi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

“Pola makan yang baik berpedoman pada gizi seimbang. Makanan beragam dan seimbang adalah pilihan makanan keluarga yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan seluruh keluarga dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota keluarga,” tambah dr. Dian Kusumadewi, M. Gizi.

Permenkes no. 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang mengatur susunan pangan sehari-hari harus merupakan kelengkapan jenis bahan makanan sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta sayur-sayuran dan buah-buahan yang menjadi sumber vitamin dan mineral. Susu sebagai bagian dari pangan hewani yang dikonsumsi berupa minuman, dianjurkan terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak setelah usia satu tahun. Bagi anak usia sekolah, konsumsi susu sangat membantu untuk pertumbuhan dan perkembangan serta peningkatan daya ingat dan kognitif di sekolah.

Michica Wijaya, Marketing Manager SGM Nutriday, menjelaskan, “Sebagai susu yang diformulasikan untuk keluarga, SGM Nutriday membantu melengkapi kebutuhan keluarga dengan 7 kebaikan yaitu: vitamin dan mineral, kalsium, serat pangan, protein, zat besi, dengan kadar gula lebih rendah dan rasa enak yang disukai seluruh keluarga.”

Peluncuran SGM Nutriday menandai dimulainya Gerakan 7 Hari Minum Susu bagi keluarga Indonesia. Kampanye Gerakan 7 hari minum susu merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari:

  1. Edukasi ke perumahan tentang pentingnya peran orang tua / keluarga dalam membentuk kebiasaan baik / pola makan yang sehat bagi anak;
  2. Edukasi ke sekolah-sekolah bagi anak usia 9-12 tahun tentang pentingnya minum susu bagi kesehatan;
  3. In store activation memperkenalkan SGM Nutriday sebagai produk baru susu untuk keluarga;
  4. “Berbagi 7 kebaikan” atau penyaluran donasi susu untuk mendukung asupan gizi keluarga yang kurang mampu. Sarihusada bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) menyalurkan SGM Nutriday kepada700 keluarga di Surabaya dan 700 keluarga di Jakarta, yang berasal dari kelas sosial D, memiliki anak usia 9-12 tahun, dan mayoritas anak mengalami malnutrisi.

Peluncuran yang diselaraskan dengan peringatan Hari Susu Nusantara 1 Juni ini juga bertujuan untuk mendukung peningkatan konsumsi susu di Indonesia. Menurut data yang tercantum pada situs Kementerian Pertanian, konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih rendah dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia hanya rata-rata sebesar 11,09 liter/tahun, jauh di bawah konsumsi susu di sejumlah negara ASEAN yang mencapai lebih dari 20 liter/kapita/tahun.

Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada, mengatakan, “Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen mendukung perbaikan gizi di Indonesia, kami secara berkesinambungan memberikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat dan menyediakan produk gizi terjangkau. Peluncuran SGM Nutriday dan Gerakan 7 Hari Minum Susu, berupa edukasi gizi dan donasi gizi keluarga, merupakan salah satu wujud dari komitmen tersebut.”  (ro)

Teks foto: Gerakan 7 Hari Minum Susu dimeriahkan oleh funwalk yang diikuti oleh 700 keluarga, di Lapangan Parkir Timur Plaza Surabaya, Minggu (29/5/2016). (foto: dok/kabarna.id)