Untuk Kali Pertama, lwan Sunito Hadir Dalam Konferensi Sehari “SuperMentor” di Surabaya

* lwan Sunito dan Abdullah Azwar Anas Menjadi Pembicara Dalam Acara Konferensi Sehari di Surabaya

Untuk Kali Pertama, lwan Sunito Hadir Dalam Konferensi Sehari “SuperMentor” di SurabayaSurabaya, KabarGRESS.com – Founder 84 CEO Crown Group, lwan Sunito, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan mantan wakil menteri luar negeri Indonesia tahun 2014, Dino Patti Djalal, menjadi pembicara utama pada sebuah konferensi di Surabaya, Sabtu (28/5/2016).

Ini adalah untuk kali pertamanya mereka berkumpul di Surabaya, untuk berbagi pengalaman dan tips dalam konferensi global sehari. “Saya merasa sangat terhormat bisa hadir disini bersama pembicara lainnya yang sangat saya hormati untuk berbagi pengalaman dengan para peserta yang hadir dalam acara konferensi sehari di kota kelahiran saya, pada hari ini,” ungkap lwan Sunito.

Dan sebagai orang yang lahir dan besar di Surabaya, ini adalah merupakan kesempatan bagi generasi muda dan masyarakat kota ini untuk bisa mendengar secara langsung kisah perjalanan hidup kita dari para pembicara yang luar biasa ini,” tambahnya.

Acara ”SuperMentor” yang merupakan inisiasi dari Dinno Pati Djalal yang juga pernah menjabat sebagai duta besar lndonesia untuk Amerika Serikat, merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur

“Dan ini adalah kali ke dua belas acara ”Super Mentor” diselenggarakan di lndonesia setelah sebelumnya diselenggarakan di Jakarta dan Sydney,” tambahnya.

Iwan Sunito adalah pendiri dan CEO dari Crown Group Holdings, salah satu perusahaan pengembang swasta terbesar di Australia. Pria yang lahir di Surabaya ini, akhir tahun lalu didaulat menjadi 2015 Property Person of The Year oleh Urban Task Force Australia. Sebuah pencapaian tertinggi dalam industri pengembangan hunian.

Abdullah Azwar Anas adalah Bupati Banyuwangi yang terpilih sejak tahun 2010 dan merupakan salah satu sosok kepala daerah muda di Indonesia yang sangat popular. Pemegang gelar M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia ini juga sempat menjadi anggota MPR termuda yang dilantik saat usianya masih 24 tahun untuk periode tahun 2004 hingga 2009 karena menggantikan anggota FKB yang meninggal dunia.

Dino Patti Djalal adalah mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Dia juga pendiri dari Foreign Policy Community of Indonesia. Putra kedua dari Hasyim Djalal yang merupakan seorang diplomat Indonesia ternama dan ahli hukum laut Internasional ini Iahir di Beograd, Yugoslavia. Dino Patti Djalal juga merupakan mantan wakil menteri luar negeri Indonesia pada tahun 2014.

”Saya juga harus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada salah satu sahabat baik saya, Dino Patti Djalal yang melalui inisiasinya lah, acara ini bisa terlaksana hingga detik ini,” kata lwan Sunito.

”Saya selalu terkenang dengan perkataan dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno yang menyatakan ”Beri Aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya akan kuguncangkan Dunia,” ungkap lwan.

”Saya yakin dengan kehadiran kami bersama-sama disini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi kaum muda dan masyarakat luas bukan hanya yang berada di Surabaya namun ke seluruh penjuru Nusantara,” pungkasnya. (ro)

Teks foto: Iwan Sunito dan Dino Patti Djalal, usai menjadi pembicara di ITS, foto bersama awak media Surabaya, Sabtu (28/5/2016).

Leave a Reply


*