31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Telkom dan BKPPM Dukung Kemajuan UKM di Surabaya

26- Nasrun ttd Pelaku UKM di Empire PalaceSurabaya, KabarGRESS.com – Menghadapi pasar bebas ASEAN yang berlaku pada akhir 2015, peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan sektor penting. Saat ini terdapat 57 juta pelaku UKM di seluruh Indonesia dengan beragam bidang bisnis.Namun dalam perkembangannya UKM menghadapi tantangan mulai dari modal, minimnya akses pasar, pengelolaan keuangan bisnis, strategi marketing hingga kesulitan Information and Communication Technology (ICT) atau digitalisasi yang mempercepat ke arah proses pemasaran dan penjualan.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Pelayanan Dan Penanaman Modal Kota (BKPPM) Surabaya Eko Agus Supiadi Sapoetro. “Nantinya, para pelaku UKM ini akan mendapatkan pelatihan selama tiga bulan mengenai e-commerce dan toko digital, sehingga mereka bisa memasarkan produk secara online,” kata Eko Agus saat menyaksikan empat pelaku  UKM terpilih teken bersama Telkom Witel Surabaya, di Empire Palace (25/5).

Kemitraan ini, kata Agus,  didasari guna menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan harapan pelaku UKM di Surabaya bisa menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri. Ke-empat UKM tersebut adalah, UKM Elok Mekar Sari, UKM Gaul Mira Rahayu, UKM Kampung Kue, dan UKM Craft Karang Pilang Bersatu.

Agus ini menyatakan bahwa empat UKM ini sebelumnya telah mengalami proses seleksi dengan menggandeng pihak civitas akademika Universitas Airlangga mulai dari bulan Februari hingga Mei, dan dari seleksi tersebut dipilih empat pelaku UKM.

“Ada beberapa aspek yang menjadi bahan untuk seleksi, salah satunya adalah kontinuitas perusahaan, kualitas produk, dan yang paling penting adalah ketersediaan tenaga kerja yang memadai. Nantinya, para pelaku UKM ini akan mendapatkan pelatihan selama tiga bulan mengenai e-commerce dan toko digital, sehingga mereka bisa memasarkan produk secara online,” ujar Agus.

Agus menambahkan produk ke-empat pelaku UKM ini juga telah dipasarkan di gerai swalayan modern, dan sentra UKM milik pemerintah. Pemkot Surabaya juga berusaha mengenalkan produk UKM ini sebagai buah tangan kepada tamu domestik dan mancanegara.

“Pada era sekarang investasi tidak selalu membicarakan tentang uang. Segala hal yang mampu membuat pelaku usaha terus berjalan dan berkembang juga merupakan ivestasi. Kegiatan yang dilakukan hari ini, nantinya akan mereka rasakan ke depannya,” katanya.

Sementara itu General Manager PT Telkom Witel Jatim Surabaya  M Nasrun Ihsan berharap empat UKM ini bisa menjadi pemicu bagi UKM lainnya di Surabaya.Karena masih awal, nantinya keempat UKM ini akan terus mendapat pembelajaran dan pendampingan dari pihak Kampung UKM digital. Targetnya, di tahun 2016 setiap kecamatan di Kota Surabaya memiliki wakil di Kampung UKM digital.

“Karena ini masih baru, kami melakukan pendampingan secara intens. Aplikasi chat juga dimanfaatkan oleh pelaku UKM dengan pendamping. Nantinya, mereka akan diarahkan ke platform belanja milik Telkom, atau membentuk market place (pasar digital) sendiri. Upaya ini untuk membuat UKM di Surabaya menjadi lebih maju, mandiri, dan modern,” katanya.

Nasrun mengatakan kerja sama ini ditekankan pada 3C yakni, Connectivity, Content, dan Commerce. Connectivity berupa penyediaan jaringan internet sebagai akses konektivitas pelaku UKM. “Pada Content, penekenan ada pada penyediaan dan pengembangan berbagai layanan yang dapat mendukung teknologi informasi bagi pelaku UKM. Sementara pada sisi Commerce, Telkom menyediakan platform commerce sebagai solusi pemasaran produk.” tandas Nasrun. (ro)