31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BI Jatim Siap Penuhi Kebutuhan Uang Menjelang Ramadhan dan Lebaran

Surabaya, KabarGRESS.com – Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan uang menjelang ramadhan dan lebaran, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Timur telah mempersiapkan strategi pelayanan kebutuhan uang tunai di perbankan maupun masyarakat.

“Pada Mei 2016, KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur telah memperkuat koordinasi dengan KPw Bank Indonesia Kediri, Jember dan Malang untuk memastikan kebutuhan uang bagi perbankan se Jawa Timur dapat terpenuhi secara optimal,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Timur, Benny Siswanto, Kamis (26/5/2016).

Selain itu, dalam pemenuhan kebutuhan uang di Jawa Timur, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan perbankan terutama dalam pelayanan penukaran uang di masyarakat. Kebutuhan uang pada momen ramadhan dan lebaran di Jawa Timur diperkirakan mencapai Rp 23,5 triliun atau meningkat 23,7% (yoy) dibandingkan realisasi periode ramadhan-lebaran tahun 2015 yang sebesar Rp19,03 triliun.

Sedangkan untuk estimasi kebutuhan uang di KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur periode Ramadhan dan Idul Fitri 1437H /tahun 2016 diperkirakan meningkat 7,8% (yoy) menjadi Rp10,7 Triliun. Apabila dirinci per denominasi, perkiraan kebutuhan uang Pecahan Besar (UPB) yang teridiri atas pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000 pada periode Ramadhan dan Idhul Fitri 1437 H adalah sebesar Rp20,2 trilyun atau naik 19,5% (yoy).

Sedangkan perkiraan kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang terdiri atas pecahan Rp10.000, ke bawah diperkirakan sebesar Rp3,3 trilyun atau naik 57% (yoy). Peningkatan kebutuhan uang tersebut didorong oleh adanya cuti/libur bersama yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya dan pembayaran Tunjangan Hari Raya/Gaji ke 13 bagi pegawai negeri sipil yang dibayarkan lebih awal.

“Hal ini berdampak terhadap meningkatnya estimasi kebutuhan uang terutama di ATM yang harus disediakan perbankan sejalan dengan peningkatan ekpektasi pada transaksi uang tunai di masyarakat. KPw Bank Indonesia Jawa Timur memastikan persediaan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadhan dan Idhul Fitri 1437 H / tahun 2016,” terangnya.

Dalam rangka memenuhi pecahan tertentu Bank Indonesia akan menyeimbangkan antara UPK dan UPB agar persentase cash out flow tidak mengalami ketimpangan. Peningkatan koordinasi dalam pemenuhan uang perbankan juga semakin ditingkatkan agar lebih optimal dan menghindari terjadinya idle money yang dapat meningkatkan resiko jika penarikan uang yang dilakukan berlebihan.

Strategi KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam pemenuhan kebutuhan uang di masyarakat dilakukan melalui (1) Menyelanggarakan kas kapal bekerjasama dengan TNI AL untuk mendistribusikan uang dan memberikan layanan penukaran ke pulau pulau terluar di Jawa Timur yaitu pulau Bawean, Masalembu, Sapeken, Kangean Sapudi untuk antisipasi kebutuhan uang di masyrakat; (2) Menghimbau perbankan untuk menjaga persediaan uang tunai secukupnya di seluruh ATM, khususnya selama libur panjang (libur bersama Idhul Fitri 1437H; (3) Bekerjasama dengan perbankan untuk membuka outlet untuk layanan penukaran di bulan Ramadhan; (4) Menyelenggarakan kas keliling (layanan penukaran uang) bekerjasama dengan beberapa bank di lokasi tertentu yang refresentatif untuk mempermudah layanan penukaran bagi masyarakat; (5) Memberikan Edukasi kepada Masyarakat mengenai penukaran uang melalui iklan layanan masyarakat di Radio dan leaflet ; (6) Mengadakan program peduli koin untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil.

KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menghimbau kepada masyarakat untuk selalu cermat dan teliti dalam menerima uang hasil penukaran terutama jika menggunakan layanan penukaran yang tidak resmi (bukan dari Bank Indonesia atau Perbankan) untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu. Masyarakat perlu memahami dan menerapkan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam bertransaksi yang menggunakan uang tunai.

Selain itu, untuk menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar, masyarakat diharapkan untuk menggunakan alat pembayaran non tunai baik APMK (alat pembayaran menggunakan kartu) maupun uang eletronik dalam bertransaksi khususnya selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri 2016. (ro)