31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Pengrajin Harus Benahi Manajemen Produksi

Gubernur Jatim Dr Soekarwo di dampingi Ketua Dekranasda Jatim Ibu Nina Soekarwo Ibu Fatma S Ketua DPRD di Meninjau Stand Pameran di Opening Ceremony batik aksesoris fair 2016Surabaya, KabarGress.com – Para pengusaha/pengrajin batik, bordir dan aksesoris harus benahi manajemen produksi agar kualitasnya lebih bagus, dan perbankan berikan pembiayaan murah, selanjutnya ramai-ramai memasarkan, pemerintah mendorong para pengusaha untuk melakukan bisnis  to bisnis.

“Kalau tiga hal ini sudah bisa jalan dengan baik kita menjadi pemenang di pasar bebas. Sekarang sudah menang, tapi ingin menang  mutlak, jangan pernah ragu.” Hal itu ditegaskan Gubernur Jatim Pakde Karwo ketika membuka Pameran Batik, Bordir & Aksesoris ke-11, di Grand City Surabaya, Kamis (12/5).

Menurut Pakde, para produsen batik, bordir maupun aksesoris harus menghitung, ongkos produksinya harus makin efisien dibanding tahun lalu, jangan sampai makin naik. Karena pasar kita sudah pasar Asean, yang menang dalam pertarungan pasar adalah barang-barang yang produknya murah, kualitas bagus, kalau dipesan cepat pengirimannya.

“Kalau tiga hal itu diperhatikan, pasar pasti dikuasai. Pasar di dalam maupun di luar negeri Jatim sudah punya agennya, tinggal manajemen produksi, jaga kualitasnya lebih baik,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Jatim Ibu Nina Soekarwo didampingi Ibu Fatma S beserta istri Ketua DPRD Memberikan hadiah kepada juara lombaPersaingan perdagangan, kata Pakde tidak hanya Singapura, Malaysia tapi juga Jabar, Jateng, Bali. Perdagangan antar Provinsi Jan – Maret 2016 surplus Rp34,9 Triliun diperkirakan tahun ini mencapai Rp130 Triliun, meningkat jika dibandingkan tahun lalu Rp99 Triliun. Sedangkan dengan Asean Jan-Maret 2016 surplus US$ 257 juta. Ekspor Jatim nomor satu adalah perhiasan pada tahun 2015 mencapai US$ 3,37 Miliar atau Rp39 triliun.

Sementara itu Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi yang lebih akrab disapa Bude Karwo mengutarakan, pameran ini merupakan ekspresi semangat nasionalisme yang dimanifestasikan melalui kecintaan dan kebanggaan  terhadap produk dalam negeri.

“Dengan membuat, membeli dan memakai produk dalam negeri akan memberi dampak besar bagi terwujudnya kedaulatan ekonomi, dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bude Karwo, Jatim menempati posisi ke-2 yang memiliki daya saing di 34 provinsi. Dari 15 jenis lapangan usaha yang masuk dalam kategori ekonomi kreatif  industri tekstil termasuk bordir dan insutri kerajinan seperti  aksesoris memiliki potensi luar biasa, dan mendominasi industri kreatif. Industri kerajinan memberikan kontribusi sebesar 56,32 %.

“Saya pesan meski produknya hand made kalau ada order banyak tetap dijaga kualitasnya. Kalau mengekspor produknya jangan lupa menempelkan label made in East Java, Indonesia. Dan kepada Ketua Dekranasda Kab/Kota jika sedang berkunjung ke luar negeri upayakan gunakan batik,” pesannya.

Bude Karwo memebrikan apresisasi kepada kalangan muda yang sudah mencintai batik, diharapkan bordir juga dicintai, karena bordir tidak identik dengan ibu-ibu saja, tapi bordir juga bisa dimodifikasi  dan dikreasikan untuk bisa ditampilkan di kalangan muda.

“Melalui pameran ini diharapkan produk batik, bordir dan aksesoris Jatim  akan semakin dikenal, baik di tingkat Jatim, nasional  maupun internasional,” harapnya.

Kepala Disperindag Prov Jatim M Ardi Prasetiawan mengatakan, pameran ini merupakan event untuk memasarkan produk-produk Jatim yang berkualitas. Target transaksi diharapkan terus meningkat, tahun lalu Rp5,2 miliar diharapkan tahun ini mencapai sekitar Rp6,3 miliar. Pameran ini diharapkan bisa menarik pengunjung 45 – 50 ribu orang, tahun lalu dikunjungi 43 ribu orang.

Direktur Utama PT.Debindo Mitra Tama Mohamad Kushendarman selaku penyelenggara menjelaskan, kegiatan tahunan ini merupakan pameran terbesar di wilayah Indonesia bagian timur untuk menciptakan ajang promosi  industri kerajinan batik bordir dan aksesories.

Pameran diikuti 189 peserta menempati 290 stand, hal ini sedikit meningkat dibanding tahun lalu diikuti 179 peserta menempati 196 stand.

Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengembangkan desain terbaru dan peningkatan kualitas dan meningkatkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri. Oleh karena itu Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2016 berbeda dari tahun sebelumnya. Dalam event tahun ini juga digelar batik legenda Majapahit, talk show selayang pandang batik,  Trend design batik, lelang batik, dan lain-lain. Dalam kesempatan itu 20 besar finaslis Duta Batik Jatim 2015 mendeklarasikan Duta Batik Jatim antara lain tugasnya mensosialisasikan dan meningkatkan kecintaan batik ke seluruh dunia.

Dalam kesempatan itu Ketua Dekranasda Prov Jatim Bude Karwo didampingi Ny Hj Fatma Saifullah Yusuf menyerahkan  hadiah kepada para pemenang lomba desain batik 2016, baik untuk kategori umum, guru maupun kategori pelajar.

Gubernur bersama Ketua Dekranasda Bude Karwo meninjau stand pameran didampingi Ketua DPRD Prov Jatim Halim Iskandar beserta isteri, Ketua BKOW Provinsi Jatim Hj Fatma Saifullah Yusuf, Kepala Dinas/ Badan di lingkungan Pemprov Jatim, Ketua Dekranasda Kab/ Kota se Jatim, dan Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim. (ro/hery)