Meneguhkan Pesantren sebagai Wahana Pendidikan Moral dan Spiritual

Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim hadiri acara Silaturahmi Nasional Ponpes NU se-Indonesia 2016 di TamanCandra Wilwawatikta, Pandaan, Pasuruan-1024x685Pasuruan, KabarGress.com – Perkembangan teknologi Informasi tak hanya memunculkan peluang kemajuan tetapi juga menimbulkan sejumlah permasalahan, terutama yang berkaitan dengan aspek moral dan etika. Melalui gerakan Ayo Mondok, pesantren bisa menjadi solusi atas permasalahan degradasi moral akibat revolusi digital. Demikian disampaikan oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat membuka acara Silatirahmi Nasional “Gerakan Ayo Mondok 2016” di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kab. Pasuruan, Jum’at (13/05) malam.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menggambarkan kegalauan sebagai akibat kehadiran teknologi digital. “Di abad yang serba digital ini, orang hanya melihat teknologi bermanfaat namun tidak menyadari resiko yang timbul”, terangnya

Gubernur memuji gerakan Ayo Mondok sebagai sebuah langkah strategis. Program tersebut disebutnya sebagai solusi atas permasalahan bangsa. “Revolusi digital diwadahi dengan cerdik oleh PBNU dengan menggaungkan gerakan nyantri lagi. Konsep pembelajaran yang baik adalah tatap muka dan ini jawaban terhadap liberalisasi informasi”, jelasnya.

Pakde pun berharap, gerakan Ayo Mondok menjadi kampanye besar dalam mengindonesiakan masyarakat kembali melalui agama. Konsep ini dinilainya cocok dan sangat akademis. “Sentuhan antara pemimpin, guru, ustad, dengan santri membangun proses transfer nilai moral dan spiritual, Sesungguhnya ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jatim, kami sangat terbantu”, sambungnya

Secara pribadi maupun institusi, Pakde Karwo mendukung penuh gerakan ini. Hal ini karena Gerakan Ayo Mondok dapat dipadukan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur.  “Banyak negara yang mundur karena kurangnya keahlian dan keterampilan sehingga etika moral dan spiritual mesti dilengkapi dengan kapasitas vokasional”, terangnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa gerakan Ayo Mondok ini sesuai dengan visi misinya saat maju dalam Muktamar Makassar yang lalu. Pesantren sangat baik untuk mencetak generasi bangsa yang mandiri dan memiliki pesaudaraan yang kuat.

“Persaudaraan dan ukhuwah yang terjalin di pesantren sangat tulus dan ikhlas, tidak berdasar suatu kepentingan, pesantren juga mengajarkan hubungan yang baik antara kyai dan santri. Tak hanya itu, output yang dihasilkan sungguh luar biasa, mencetak pemikir-pemikir handal, mandiri dan tidak membebani pemerintah”, ujarnya.

Sementara itu Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan, dalam sambutannya mengucap terimakasih atas dipilihnya Kab. Pasuruan sebagai tuan rumah Silaturahmi Nasional 2016. Ia menggambarkan Kab. Pasuruan adalah kabupaten santri karena banyak pesantren disini. Mulai Tahun ajaran 2016-2017 ini Kab. Pasuruan akan mencanangkan program wajib Madrasah Diniyah sebagai bagian usaha dan ikhtiar pemerintah untuk menciptakan dan mencerdaskan bangsa dengan akhlaqul karimah.

Ketua Gerakan Ayo Mondok, Kyai Luqman, menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Ayo Mondok ini terinspirasi oleh visi misi Kyai Said Aqil Siraj yakni kembali ke pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren merupakan benteng aqidah dan pembentuk akhlaqul karimah. Program ini untuk menguatkan pesantren dan mengenalkan pesantren agar tidak hanya dipandang sebagai altermatif tetapi juga pilihan utama untuk membentuk pribadi yang cerdas, berkarakter, beriman dan berakhlak mulia, relevan dan mampu mencetak generasi yang membanggakan bangsa.

Acara yang berlangsung dari 13-15 Mei 2016 ini meliputi lomba drumband, pameran UKM dan FGD yang akan dihadiri oleh sekitar 500 kyai. Acara yang berlangsung di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan ini dihadiri oleh ribuan orang yang berasal dari berbagai wilayah baik di Jatim maupun luar Jatim. Pada acara ini juga diberikan penghargaan Duta Ayo Mondok 2016 kepada Grup Band Wali oleh Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf.

Menurutnya, penghargaan ini diberikan karena wali band sebagian besar pernah menjadi santri di pondok pesantren. (Hery)

Leave a Reply


*