31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

TPID Jawa Timur Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok Ramadhan dan Lebaran Aman

Surabaya, KabarGress.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur memastikan pasokan kebutuhan pokok saat bulan Ramadhan dan Lebaran nanti aman. Stok bahan pokok saat ini seperti beras, gula, minyak goreng, serta daging sapi dan ayam masih mencukupi untuk 2 bulan ke depan.

Wakil Ketua TPID Jawa Timur, Syarifuddin Bassara, menjelaskan hal tersebut saat High Level Meeting TPID Jawa Timur bersama jajaran instansi terkait di Marriot Hotel Surabaya, Rabu (11/5/2016).

“High Level Meeting TPID Jawa Timur guna memastikan kesiapan pasokan komoditas pangan strategis dan energi (BBM & LPG), serta siapkan berbagai strategi jitu dalam antisipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran tahun ini, mengacu pada 5 pilar utama strategi pengendalian inflasi Jawa Timur yaitu Gadis Remo Kangen atau Penguatan Kelembagaan; Produksi, Distribusi dan Konektivitas; Regulasi & Monitoring; Kajian & Informasi; Pengendalian Ekspektasi,” katanya.

Dalam rapat ini menghasilkan 6 Paket Kebijakan (Six Package) TPID Jawa Timur dalam rangka stabilkan harga, yaitu Penguatan Koordinasi Antisipasi Gejolak Harga, Pastikan Kesiapan Pasokan Komoditas Strategis, Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Antisipasi Kemacetan guna Mendorong Kelancaran Distribusi, Pelaksanaan Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut, Pelaksanaan Program Angkutan Mudik Balik Gratis, dan Pastikan Ekspektasi Masyarakat Terkendali.

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh TPID Jawa Timur melalui sinergi kebijakan dengan instansi terkait, antara lain pelaksanaan Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut, akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni s.d 30 Juni 2015 (selama 1 bulan penuh) dalam rangka menjaga kelancaran pasokan komoditas pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran.

Operasi Pasar ini dilakukan untuk 4 Komoditas pangan strategis yaitu beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng. Dalam hal ini, TPID Jawa Timur melalui Disperindag Jawa Timur dan Bulog Divre Jawa Timur akan melakukan Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut secara serempak di 78 pasar di 38 Kab/Kota.

Selanjutnya, dalam rangka memastikan kelancaran distribusi dan transportasi serta pengendalian tarif angkutan menjelang Ramadhan dan Lebaran, TPID Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan & LLAJ telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi, yaitu memastikan kesiapan infrastruktur jalan; mempersiapkan jalur alternatif dalam rangka memastikan kelancaran distribusi; pengawasan intens tarif angkutan, penyediaan posko pengaduan untuk mengawasi penetapan tiket Angkutan Kota Dalam Provinsi; serta pelaksanaan program Angkutan Mudik Balik Gratis guna meredam peningkatan tekanan inflasi tarif angkutan menjelang dan paska Lebaran.

Selain itu, TPID Jawa Timur melalui Pertamina telah mempersiapkan berbagai upaya guna mengantisipasi peningkatan konsumsi  BBM dan LPG menjelang Ramadhan dan Lebaran di wilayah Jawa Timur, yaitu melalui penambahan pasokan semua BBM jenis premium (sebanyak 20% dari normal harian) dan LPG (3 kg bulan sekitar 7,5% dan Non PSO sekitar 6,5% dari normal harian) guna memastikan kecukupan pasokan; serta penyediaan SPBU Kantong guna memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG di beberapa titik rawan kemacetan.

Menurut dia, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh TPID Jawa Timur tersebut dilakukan guna mengurangi tekanan risiko inflasi yang secara historis cenderung mengalami peningkatan menjelang Ramadhan dan Lebaran, terutama untuk beberapa komoditas pokok dan tarif angkutan.

Adapun sampai dengan April 2016, inflasi Jawa Timur masih relatif terkendali tercermin dari inflasi tahunan Jawa Timur yang tercatat sebesar 3,05% (yoy), menempati posisi terendah dibandingkan dengan beberapa provinsi di kawasan Jawa dan lebih rendah dari Nasional (3,60%).

Dengan adanya berbagai strategi dan rencana aksi TPID Jatim di atas, diharapkan inflasi Jawa Timur menjelang Ramadhan dan Lebaran 2015 dapat terkendali dan ketersediaan komoditas pangan strategis masyarakat dapat lebih terjaga.

“Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas inflasi di Jawa Timur yaitu dengan membeli barang secukupnya dan sewajarnya karena pasokan pangan Jawa Timur menjelang Lebaran diperkirakan cukup,” tandasnya. (ro)