28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Awas, 95 Persen Penyakit Tekanan Darah Tinggi Tidak Diketahui Penyebabnya

* Prodia Gelar Talkshow “Berdenyut Sampai Usia Lanjut” di 21 Kota

IMG_20160430_133536-800x600Surabaya, KabarGress.com – Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit mematikan nomor satu di dunia. Menurut WHO (World Health Organization), penyakit kardiovaskular disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Ada banyak macam penyakit kardiovaskular, tetapi yang paling umum dan terkenal penyakit jantung koroner dan stroke. “95 persen penyakit tekanan darah tinggi tidak diketahui penyebabnya. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai mengarah target organ karena berbahaya. Dan usia di atas 30 tahun harus rutin ceckup,” papar Dr. Irwan Gondosudijanto, SpJP, FIHA, di sela-sela sela talkshow “Berdenyut Sampai Usia Lanjut”, dihadiri ratusan peserta, di Ruang Auditorium Grha Prodia, Jalan Diponegoro 149-151, Sabtu, (30/4/2016).

Dr. lrwan Gondosudijanto menjelaskan, faktor resiko penyakit kardiovaskular ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi. Yang tidak bisa dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan ras.

Sedangkan faktor resiko yang bisa dimodifikasi adalah dislipidemia (gangguan Iemak dalam darah), diabetes, hipertensi obesitas, dan kebiasaan merokok.

Sementara itu menurut dr. Yanna Saelan, faktor risiko penyakit stroke ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi. Yanna juga memaparkan mengenai cara mengenali tanda-tanda terjadinya stroke, serta memahami tindakan preventif untuk mencegah terjadinya stroke.

Disebutkan, Data WHO tahun 2008 menyebutkan, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular diperkirakan akan terus meningkat, dan hingga tahun 2030 akan mencapai kisaran 30 juta per tahun.

Selain itu, di Asia, penyakit ini Iebih banyak menyerang usia muda. Hampir separuh dari mereka yang meninggal karena penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Sementara itu, Manager Marketing Regional Prodia Surabaya, E Praptiningsih, mengatakan adanya keprihatinan kasus penyakit ini,  mendorong Laboratorium Klinik Prodia mengkampanyekan pencegahan penyakit kardiovaskular pada seluruh masyarakat Indonesia dengan roadshow talkshow di 21 kota besar.

Di Surabaya  sendiri, talkshow tersebut menghadirkan narasumber yang pakar di bidangnya tersebut, yakni dr. Irwan Gondosudijanto, SpJP, FIHA dan dr. Yanna Saelan, SpS.

“Animo warga Surabaya untuk memahami perihal penyakit ini cukup tinggi. Pihaknya yang semula cuma menyediakan 150 kursi, ternyata yang hadir mengikuti lebih dari 170 orang,” jelas Praptiningsih.

Prapti menuturkan, melalui talkshow ini diharapkan masyarakat dapat mengenali penyakit kardiovaskular (PKV) dengan mengetahui tanda-tanda PJK dan stroke, serta memahami tindakan preventif untuk mencegah terjadinya PIK dan stroke.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke adalah penyakit yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan dinding pembuluh darah koroner yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak.

Penyebab penyakit ini adalah adanya endapan Iemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyuplai hati atau otak. PJK seringkali disebut sebagai ”silent killer”.

Sebagai laboratorium klinik yang mengedepankan tindakan preventif, khususnya dalam penatalaksanaan penyakit degeneratif kardiovaskular, Prodia menyediakan berbagai macam tes kesehatan. (ro)