Peringati HJKS, Dinas Pertanian dan Perikanan Gelar Lomba Olahan Ikan

QG8A2102-800x534Surabaya, KabarGress.Com – Tingkat konsumsi ikan di Kota Surabaya dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Namun, bila diprosentase, kenaikan tingkat konsumsi masyarakat Surabaya terhadap ikan tersebut masih belum memenuhi target nasional. Karenanya, untuk meningkatkan kegemaran masyarakat Surabaya mengonsumsi ikan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya akan menggelar lomba olahan ikan.

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas Pertanian Kota Surabaya, Aries Munandar mengatakan, lomba olahan ikan yang akan diikuti oleh perwakilan dari 31 kecamatan se-Surabaya serta ibu-ibu PKK ini akan diadakan di Sentra Ikan Bulak pada Rabu (4/5/2016) pekan depan. Selain lomba olahan ikan, juga ada lomba olahan produk pertanian. Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723 pada 31 Mei mendatang.

“Kami mendekati ibu-ibu karena mereka yang bertanggung jawab terhadap konsumsi makanan di rumah. Kami menyarankan ikan patin karena sesuai dengan ketetapan dari Kementrian Kelautan, ikan patin merupakan konsumsi air tawar yang diprioritaskan untuk dikembangkan,” tegas Aries Munandar dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (29/4/2016).

Menurut Aries, tingkat konsumsi ikan di Surabaya rata-rata masih sekitar 30 kilogram per kapita per tahun. Jumlah itu memang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 22 kilogram per tahun. Namun, meski ada kenaikan, tingkat konsumsi ikan di Surabaya masih kalah tinggi dibandingkan engan beberapa kota di Indonesia Timur sepeti Maluku, Makassar atau di Nusa Tenggara Timur. Sementara untuk tingkat nasional, tingkat konsumsi ikan adalah 40 kilogram per kapita per tahun.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, tingkat konsumsi ikan per kapita pertahun di Surabaya bisa meningkat,” jelas dia.

Menurutnya, sangat penting untuk mengonsumsi ikan. Sebab, ikan merupakan sumber protein hewani. Masalahnya, selama ini, tidak sedikit di rumah tangga yang tidak memiliki kemampuan ikan menjadi lebih menarik untuk dikonsumsi. Karenanya dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Surabaya bisa lebih piawai dalam mengolah ikan. “Anak-anak rata-rata kurang berselera bila melihat ikan yang dimasak utuh. Berbeda bila ikannya dimasak dengan berbagai olahan,” sambung dia.

Terkait lomba olahan produk pertanian, bahan yang dipakai adalah jagung. Harapannya, masyarakat lebih bisa mengolah jagung. Tidak hanya direbus atau dibakar. Outputnya, hasil olahan jagung itu nantinya siap untuk dijual. “Kalau jagung direbus atau dibakar, harganya kan tidak seberapa. Berbeda bila diolah. Nilai kemanfaatannya akan lebih tinggi. Harapannya juga bisa dijual sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” sambung dia.

Selain lomba olahan ikan dan produk pertanian, juga akan ada pengolahan bahan pangan lokal untuk kudapan. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh perwakilan kecamatan. Output dari kegiatan ini, diharapkan masyarakat Surabaya akan bisa membuat kudapan yang enak dan disukai masyarakat.

“Selama ini, kudapan kebanyakan berupa gorengan. Nah, nanti mereka akan membuat kudapan dari bahan pangan. Ada 22 bahan pangan yang dipakai. Dengan diolah, tentunya tampilannya akan lebih menarik daripada sekadar direbus” ujar Purwo Hendrayanto, Kasie Kewaspadaan dan Penganekaragaman Pangan Kantor Ketahanan Pangan Surabaya.

Nantinya, perwakilan se-kecamatan Surabaya akan mengolah bahan pangan lokal untuk kudapan. Diantaranya perwakilan Kecamatan Pakal yang akan mengolah garut dan labu siam, Kecamatan Lakarsantri akan mengolah tempe dan alpukat, Kecamatan Wonocolo mengolah ubi ungu dan labu kuning, Kecamata Wonokromo mengolah kacang hijau dan bengkoang, kecamatan Gubeng mengolah jagung dan singkong, dan kecamatan Benowo mengolah jagung dan sagu. “Kegiatan ini juga menindaklanjuti pelatihan yang selama ini kami lakukan di masyarakat,” sambung Purwo. (tur)

Leave a Reply


*