31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Telkom Kirim UKM Binaannya Benchmark di Ajang T-Point – Spazio Building Surabaya

IMG_20160424_110428-800x600Surabaya, KabarGress.com – Komitmen Telkom dalam membina para mitra UKM nya kembali dibuktikan, dengan mengirimkan 10 mitra binaan UKM terpilihnya untuk hadir di Spazio Building Surabaya sekaligus melakukan benchmark di ajang T Point. T-Point sendiri adalah bentuk komunitas yang mewadahi Enterpreneur muda dan entertainer untuk menunjukan kemampuannya, lahir dari besarnya kebutuhan masyarakat Surabaya akan hiburan dan perkembangan pesat dari exhibition di kota Metropolis. Apalagi, Surabaya sendiri saat ini dan ke depannya memang berkembang menjadi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) City.

Seperti dikatakan oleh Manager Community Development Telkom Regional 5 Jatim, Bali, Nusra, Dady Ahdiyan Ardiwinata, ”Pada exhibition T-Point  ini, kami menempatkan 10 mitra binaan kami agar mereka bisa benchmark dan bergabung dengan komunitas-komunitas lainnya yang ada di kota Surabaya”.

Dady menyadari bahwa pelaku bisnis sudah mulai banyak didominasi kaum muda, sehingga, dia mengharapkan, pengalaman mengajak 10 mitra binaan nya ini akan menjadi daya tarik bagi anak-anak muda lain untuk menjadi young enterpreneur dan bisa saja menjadi mitra binaan Telkom. “ Kami harap ini sebagai daya tarik  tersendiri untuk terjun ke dunia entrepreneurbagi anak-anak muda lain karena perkembangannya saat ini semakin pesat

Anak-anak muda khususnya di Surabaya, diharapkannya dapat mengambil peluang yang besar pada dunia usaha, sehingga tidak hanya sekedar menjadi pangsa pasar, namun harus bisa menjadi penyedia kebutuhan masyarakat melalui usaha mandirinya.

Terkait dengan pembinaan terhadap mitra binaan Telkom, sebetulnya hal ini telah dilakukan sejak tahun 2001 di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Telkom Regional 5 Jatim, Bali, Nusra, karena tak kurang dari 20 ribu UKM telah dibina oleh unit Community Development Center (CDC) dengan total dana pemberian bantuan yang dikucurkan pada program kemitraan tak kurang dari 500 Milyar.

Namun dari jumlah ini, Dady mengakui yang tergolong ke dalam young enterpreneur masih sangat kecil, baru 20%. Untuk itulah pihaknya sangat berharap ke depan bisa ikut membina young enterpreneur untuk bisa menjadi mitra binaan Telkom. Ditambahkannya, banyak yang bisa didapat dengan menjadi UKM binaan Telkom, selain mendapat kemudahan pinjaman dana bergulir dengan bunga pengembalian yang relatif rendah, juga diberikan  pembinaan secara berkala melalui pendampingan, seminar-seminar bisnis, pelatihan, pameran serta kegiatan-kegiatan sosial.

Apalagi, sejak tahun 2016, UKM-UKM binaan Telkom lebih dipermudah dengan adanya aplikasi-aplikasi online, seperti SmartBisnis, Belanja.com. Kehadiran BLC (Broadband Learning Center) dikantong-kantong UKM binaan PT. Telkom, memberi kemudahan para pelaku bisnis UKM ini untuk mengakses teknologi informasi.

“Jadi meskipun skala usaha para UKM relatif kecil, namun telah dapat memanfaatkan serta menikmati kemudahan teknologi informasi (internet) seperti halnya perusahaan perusahaan yang besar”. 

Sehingga, harapannya, para UKM binaan Telkom dapat berkembang lebih cepat mengikuti kemajuan teknologi untuk mencari pangsa pasarnya, tidak ada lagi batas ruang dan waktu serta semakin cepatnya pertumbuhan para entrepreneur-enterpreneur muda sebagai pilar perekonomian bangsa. (ro)

Teks foto: Salah satu stand UKM binaan Telkom, dimana produknya berbahan limbah dan dikerjakan anak-anak berkebutuhan khusus dan penghuni lembaga pemasyarakatan.

Note :

T-point sendiri adalah singkatan dari Tummy, Tone, Tourism dan dilambangkan dengan logo T3. T-Point 2016 mengusung tagline” Ëat, Fun, Music” dengan tema Doodle yang mengkombinasikan market hiburan dan lomba, diadakan di Spazio Building Surabaya sejak jam 11.00-00.00 dan diikuti oleh 120 tenants dengan target market Masyarakat Surabaya, Pelajar, Mahasiswa serta Keluarga dan komunitas di kota Surabaya.