29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Mahasiswa UC Gelar T-point (Tummy, Tone, Tourism)

IMG_20160424_134700-800x600Surabaya, KabarGress.com – Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif di Surabaya, mahasiswa Universitas Ciputra Program Studi International Hospitality and Tourism Business (IHTB) menggelar kegiatan T-point (T3) yakni singkatan dari Tummy, Tone, Tourism, di Spazio Surabaya, Minggu (24/4/2016).

“Pariwidata-MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan ekonomi Surabaya. Hal ini semakin nyata diikuti maraknya ragam jenis kegiatan yang mengangkat sektor Pariwisa-MICE, dimana hal ini membawa pengaruh terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Surabaya,” ungkap Dosen IHTB, Monique Dwijayanti, di sela-sela acara.

Event yang mengemas kuliner, musik dan hiburan menjadi satu ini, diharapkan dapat menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah komunitas baru yang memberikan wadah bagi wirausaha muda dan penghibur untuk menunjukkan eksistensi dan kreatifitasnya. Beragam jenisĀ  makanan, kolaborasi musik dari Jazz Heritage, serta workshop terkait industri kreatif yang disampaikan Keenan Pearce, Balawan dan Mr.D.

“Menilik pariwisata tentunya tidak akan lepas dari budaya yang dimiliki oleh daerah itu sendiri. Membawa budaya tetap lekat pada generasi muda bukanlah hal yang mudah. Mengambil latar belakang budaya Jawa dan Bali yang dikolaborasikan secara cantik yang dikemas dalam musik kontemporer yang telah dipelopori oleh Jazz Heritage menjadi konsep inti T-Point kali ini,” jelasnya.

Musik tradisional Jawa dan Bali telah ada sejak masa para raja. Musik Jawa mulai menyebar pada masa kerajaan Majapahit. Musik Bali pun juga mulai menyebar pada masa kerajaan Majapahit. “Kedua musik ini memiliki keunikannya masing-masing. Dan jika digabungkan akan membentuk sebuah alunan kekinian yang diharapkan disukai kalangan muda,” ujarnya.

Melalui musik membangun kesadaran dan kecintaan anak muda terhadap budaya daerah. Dan selanjutnya sektor pariwisata daerah bisa lebih dimajukan, akhirnya membawa ekonomi kreatif di Surabaya meningkat. (ro)