18/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Ungkit Perekonomian Jatim, Pakde Karwo Targetkan Juanda Airport City Selesai 2019

Gubernur Jawa Timur menghadiri  Sidang Paripurna di DPDR Provinsi Jawa Timur (2)Surabaya, KabarGress.com – Jawa Timur merupakan kekuatan ekonomi Indonesia bagian timur, oleh sebab itu guna mempercepat perekonomian Jatim, Juanda Airport City ditargetkan selesai dan beroperasi pada Bulan Juni Tahun 2019. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo setelah Jawaban Eksekutif Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap LKPJ Gubernur Jawa Timur Akhir Tahun Anggaran 2015 di Gedung DPRD Jawa Timur, Jl. Indrapura, Surabaya, Kamis(21/4).

Menurutnya, dengan diselesaikannya Juanda airport city akan membawa dampak yang besar bagi perekonomian Jatim. Fungsi airport bukan hanya sebagai tempat mendarat pesawat dan penumpang akan tetapi menjadi  tempat berkumpulnya komunitas industri kelas tinggi.

Misalnya seperti industri perhiasan dan sebagai wahana rekreasi dan belanja bagi pengunjung yang akan bepergian atau hanya mengantar penumpang. “Juanda airport city  akan menjadi airport city kedua di Asia setelah Incheon Airport  di Korea Selatan,” jelasnya.

Pakde Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, pengunjung kana lebih betah di Juanda airport city karena memiliki berbagai potensi yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Selama ini, banyak masyarakat yang mengeluh ketika ke Juanda karena penumpang yang naik pesawat hanya satu tetapi yang mengantarkan sangat banyak. “ Oleh sebab itu, dengan adanya Juanda airport city akan mengalihkan pengantar tersebut untuk berbelanja di tempat yang disediakan. Nantinya akan level underground digunakan untuk wahana berbelanja, “ucapnya.

Selain itu, untuk Juanda Airport City, juga ditambah dua runway baru, yang sanggup menampung 70 juta penumpang, atau 35 juta penumpang per runway. Untuk penambahan runway dibutuhkan 1.700 ha, dan secara keseluruhan beserta Juanda airport city dibutuhkan 6.000 ha.

Dengan adanya perluasan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim. Selama ini Bandara Juanda dinilai kelebihan muatan. Bandara yang terletak di Kabupaten Sidoarjo itu hanya memiliki satu landasan pacu (runway) untuk melayani dua terminal (Terminal 1 dan Terminal 2) dengan rute penerbangan domestik dan internasional. Ke depan, Bandara Juanda akan ditambah 2 runway baru, sehingga total ada 3 runway.

Soekarwo juga mengingatkan dalam pembangunan ini agar meminimalisasi timbulnya konflik sosial di masyarakat, terutama terkait pembebasan lahan. “Proyek ini sebagian besar merupakan reklamasi laut, sehingga saya harap bisa mengurangi konflik sosial,” pesannya.

Perluasan Bandara Juanda ini sudah sesuai dengan Studi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Rencananya, pengembangan bandara ini akan melewati tiga tahap pembangunan. Tahap pertama, berupa pengesahan masterplan, pembebasan lahan, reklamasi untuk runway dua, serta pembangunan runway tiga. Tahap kedua, berupa pengembangan Terminal satu, reklamasi untuk runway tiga, pembangunan runway tiga, serta aksesibilitas dari tol dan terminal. Selanjutnya, pada tahap ketiga akan dilakukan pembangunan terminal ultimate dan infrastruktur penunjang Airport City. (hery)