31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemprov Jatim Kembangkan Produksi Garam dan Jagung Madura

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo Menerima Rektor Universitas Trunojoyo di Ruang Kerja Grahadi (1)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, akan serius mengembangkan hasil produksi pertanian di Madura, diantaranya jagung dan garam. Tak hanya itu, ia juga fokus pada pengembangan pendidikan vokasional di Madura. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (19/04).

Pada Tahun 2015, produktivitas jagung Jatim, tanpa Madura, adalah 5,9 ton/hektar, sedangkan produktivitas jagung di Pulau Madura sebesar 2,7 ton/hektar. Selain itu, tambak garam di Madura termasuk terluas di Jatim, akan tetapi produksinya masih kalah dengan Tuban. “Saya akan koordinasikan melalui Dinas Pertanian untuk dapat memberikan bantuan keuangan untuk mengembangkan hasil produksi jagung dan garam di Madura”, ujar Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Selain pertanian, Pakde Karwo juga memberi perhatian terhadap masalah pendidikan di Madura. Ia meminta agar keberadaan sekolah vokasional di Madura ditambah lagi jumlahnya. Tak hanya itu, ia minta UTM dan beberapa perguruan tinggi di Madura untuk membuat semacam inkubator atau tempat untuk melatih para siswa di bidang teknis, misal pengelasan mesin dll. Inkubator ini nantinya akan dibuat semacam Balai Latihan Kerja (BLK) Plus. “Saat ini kita sedang moratorium penambahan SMU, tetapi kita akan fokus pada pengembangan sekolah vokasional, agar dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja”, ujarnya.

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016 dan sebagai bagian menuju Jatim Provinsi Industri 2016, ia meminta agar UTM membantu dalam hal peningkatan kualitas SDM masyarakat Madura. Tak hanya itu, ia juga meminta agar UTM membantu pendampingan dan pengawasan pada petani jagung dan garam di Madura. “Saya kira mahasiswa UTM bisa diberdayakan untuk program pendampingan para petani jagung dan garam, mengingat banyak dari petani yang kurang paham proses produksi, tentunya ini akan membantu meningkatkan produksi jagung dan garam”, ujarnya.

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dikembangkan adalah membuat konsep tata niaga melalui aplikasi teknologi informasi. Melalui pengembangan teknologi ini, pasar bisa melihat berapa harga garam dan jagung Madura. Dengan begitu, petani akan terhindar dari ‘mafia’ garam dan jagung. “Petani juga harus jeli, mereka harus tau berapa harga garam atau jagung produksi mereka di pasaran”, ujarnya.

Lebih lanjut, untuk mengembangkan industri mereka, Pemprov Jatim bersama Bank daerah seperti Bank Jatim, siap memberi bantuan kredit melalui sistem kredit yang sudah ada seperti kredit linkage program. Skema kredit linkage program ini tentunya dengan bunga murah, cara mudah, dan layanan yang cepat. Dengan adanya bantuan kredit ini diharapkan petani dapat terbantu untuk mengembangkan produksinya. (hery)